INSIBERNEWS - Kasus dugaan perundungan kembali mencoreng dunia pendidikan. Kali ini, insiden tersebut menimpa seorang siswa kelas 1 di SMP Negeri 19 Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial MH, yang baru berusia 13 tahun. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video dan foto kondisi korban tersebar luas di media sosial.
Dari informasi yang beredar, MH mengalami luka cukup parah di bagian kepala setelah diduga dianiaya oleh teman sekelasnya. Kejadian itu disebut terjadi pada 20 Oktober 2025, tepat saat jam istirahat berlangsung di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Wujudkan Asta Cita Untuk Pemerataan Ekonomi, BRI Berdayakan 4,909 Desa BRILiaN
Salah satu kerabat korban, Rizky Fauzi, mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan tersebut bukanlah kejadian pertama. Ia mengatakan, MH sudah menjadi sasaran bullying sejak awal masuk sekolah, bahkan sejak masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Kepalanya dipukul pakai bangku besi. Katanya juga dulu waktu MPLS udah pernah dipukul dan ditusuk-tusuk tangan pakai pulpen sama orang yang sama,” tutur Rizky saat dikonfirmasi.
Menurutnya, luka yang dialami MH cukup serius hingga harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Keluarga pun berharap kasus ini segera ditangani secara adil agar pelaku mendapat sanksi yang setimpal.
“Kondisinya masih dirawat di rumah sakit, masih trauma juga. Kami cuma mau pelaku bertanggung jawab dan pihak sekolah jangan tutup mata,” tambah Rizky dengan nada kesal.
Menanggapi kejadian ini, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Tangerang Selatan, Tri Purwanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran kasus tersebut. Ia mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pihak sekolah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel.
Baca Juga: DJ Bravy Akui Selingkuh dan Umumkan Putus dari Erika Carlina, Pernikahan Batal Digelar
“Kami sedang berkoordinasi dengan sekolah dan dinas terkait untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak. Proses penanganan sedang berjalan,” jelas Tri.
Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat luas, terutama para orang tua yang khawatir dengan keamanan anak-anak mereka di lingkungan sekolah. Banyak warganet mendesak agar pemerintah dan sekolah lebih serius dalam menangani kasus bullying yang terus berulang di dunia pendidikan.
Baca Juga: Heboh! Rumor Kris Wu Eks Member EXO Meninggal Dunia di Penjara, Pihak Terkait Masih Bungkam
Kini, publik menantikan langkah tegas dari pihak sekolah dan aparat berwenang agar kejadian serupa tidak lagi terulang. Bagi banyak orang, kasus MH menjadi pengingat bahwa bullying bukan sekadar “kenakalan remaja”, melainkan bentuk kekerasan yang bisa meninggalkan luka mendalam, baik secara fisik maupun mental.***