news

Presiden Prabowo Siap Bahas Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kamis, 30 Oktober 2025 | 09:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto :Instagram Prabowo Subianto)

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto akan menggelar pembahasan khusus terkait utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

“Masalah Whoosh nanti dibahas secara khusus dengan Presiden,” kata Airlangga kepada wartawan, menegaskan pentingnya proyek tersebut bagi perekonomian nasional.

Baca Juga: Rio de Janeiro Memanas! 132 Tewas dalam Baku Tembak Polisi Vs Geng Narkoba

Airlangga menjelaskan, pembahasan ini akan fokus pada strategi pengelolaan pinjaman dan mekanisme pembayaran agar proyek tetap berkelanjutan tanpa memberatkan APBN.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sendiri memiliki total investasi sekitar USD7,27 miliar atau setara Rp120,38 triliun. Sekitar 75% dari nilai tersebut dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan bunga 2% per tahun.

Baca Juga: Tragis! Siswi MTs di Sukabumi Ditemukan Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Surat untuk Orang Tua

Sejumlah pihak menyoroti beban utang yang cukup besar, mengingat sebagian pembiayaan proyek masih bergantung pada pinjaman luar negeri. Pembahasan khusus ini diharapkan bisa menghadirkan solusi untuk menyeimbangkan antara kelancaran pembangunan dan kesehatan fiskal negara.

Selain utang, pembahasan juga kemungkinan akan mencakup evaluasi progres konstruksi, potensi pendapatan, serta rencana operasional kereta cepat setelah proyek rampung. Pemerintah menegaskan proyek ini menjadi salah satu prioritas strategis karena mampu meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi antar kota.

Baca Juga: Demo Guru di Sekitar Monas Hari ini, Polisi Tutup Jalan Medan Merdeka Selatan Sementara

Airlangga menambahkan, Presiden Prabowo telah meminta agar semua opsi disiapkan, termasuk restrukturisasi pinjaman atau renegosiasi dengan pihak pemberi pinjaman jika diperlukan. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga kesinambungan proyek dan memastikan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir menjadi simbol kemajuan infrastruktur nasional.

Meski menghadapi tantangan utang, pemerintah tetap optimistis bahwa proyek ini bisa selesai tepat waktu dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian.

Baca Juga: Tim Voli Putri U-18 Indonesia Raih Perak Setelah Duel Sengit Lima Set Lawan Iran di AYG 2025

Dengan adanya pembahasan khusus ini, publik menunggu keputusan strategis pemerintah terkait pengelolaan utang dan kelangsungan proyek kereta cepat yang telah lama dinanti masyarakat.***

Tags

Terkini