INSIBERNEWS - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara tegas mengecam aksi serangan udara yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza pada awal pekan ini. Serangan tersebut menewaskan puluhan warga sipil, termasuk anak-anak, dan kembali memicu kekhawatiran akan runtuhnya perjanjian gencatan senjata yang baru berjalan beberapa minggu.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan pihaknya sangat prihatin atas meningkatnya kekerasan yang kembali terjadi di wilayah Gaza. Ia menyebut bahwa korban jiwa dalam serangan tersebut sebagian besar adalah warga sipil yang tidak bersenjata.
“Sang Sekretaris Jenderal mengutuk keras pembunuhan warga sipil di Gaza akibat serangan udara Israel, termasuk di antara korban terdapat banyak anak-anak,” ujar Dujarric dalam keterangan pers di Markas Besar PBB, Rabu (29/10/2025).
Dujarric menegaskan bahwa PBB mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghormati gencatan senjata yang telah disepakati.
Ia menambahkan, serangan terhadap wilayah padat penduduk jelas melanggar hukum humaniter internasional dan berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza yang sudah sangat rentan.
Serangan udara terbaru ini dilaporkan terjadi pada Selasa (28/10/2025) di beberapa lokasi, termasuk Kota Gaza, Khan Younis, dan Deir al-Balah. Ledakan besar terdengar di berbagai wilayah, sementara rumah-rumah warga dilaporkan rusak parah. Petugas penyelamat terus berupaya mencari korban di bawah reruntuhan bangunan.
Serangan tersebut disebut sebagai tindak lanjut dari perintah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyerukan “serangan dahsyat” terhadap Hamas.
Langkah itu diklaim sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok tersebut, termasuk serangan terhadap pasukan pertahanan Israel di Rafah serta ketegangan terkait pengelolaan jenazah sandera.
Padahal, gencatan senjata antara Israel dan Hamas baru saja diberlakukan pada 10 Oktober lalu, berdasarkan kesepakatan damai yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran sandera dan tahanan, serta rencana rekonstruksi infrastruktur dasar di Gaza.
Namun, setelah serangan terbaru ini, banyak pihak khawatir perjanjian damai itu akan runtuh. Organisasi kemanusiaan internasional memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan hanya akan memperparah penderitaan warga Gaza yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Hari Ini di Wilayah Jabodetabek, Sedia Payung untuk Sore Hari!