“Kami masih melihat ruang untuk mendukung aktivitas ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas harga,” ungkap salah satu anggota FOMC.
Pelaku pasar kini menantikan kejelasan lebih lanjut tentang arah kebijakan The Fed di akhir tahun, terutama menjelang publikasi data inflasi dan tenaga kerja November mendatang.
Banyak investor memperkirakan masih ada potensi satu kali lagi pemangkasan suku bunga sebelum tahun berganti, tergantung bagaimana performa ekonomi AS dalam beberapa minggu ke depan.
Meski begitu, dolar AS tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Beberapa mata uang utama seperti euro dan yen justru melemah tipis terhadap greenback, karena pelaku pasar masih menganggap AS sebagai aset paling aman (safe haven) di tengah perlambatan ekonomi dunia.
Baca Juga: DPR dan Pemerintah Sepakat! Biaya Haji 2026 Turun Jadi Rp87,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,1 Juta
Secara keseluruhan, langkah The Fed kali ini dinilai sebagai upaya hati-hati untuk menyeimbangkan antara menjaga momentum ekonomi dan mengendalikan inflasi.
Dengan strategi pelonggaran bertahap dan komunikasi yang terbuka, bank sentral AS tampaknya berusaha menenangkan pasar sekaligus menjaga agar perekonomian tetap di jalur pertumbuhan moderat.***