news

HEBOH! DMI Bikin Spanduk 'BAKSO BABI' di Bantul: Kisah Pedagang Muslim yang Ngotot Sembunyikan Nonhalal!

Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:11 WIB
BAKSO BABI - Pemasangan spanduk bakso mengandung babi di warung Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kab. Bantul, DI Yogyakarta oleh DMI Ngestiharjo dan MUI pada Jumat (24/10/2025) (Foto. Dok DMI)

INSIBERNEWS - Sebuah insiden dan mendadak mengejutkan dari warung bakso di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, mendadak jadi buah bibir dan perbincangan panas di media sosial.

Bukan karena rasa yang melegenda, melainkan karena bahan dasarnya yang terbuat dari daging babi, namun pemiliknya berulang kali abai memasang keterangan nonhalal yang jelas.

Kasus ini memuncak setelah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ngestiharjo mengambil langkah berani: memasang sendiri spanduk bertuliskan 'BAKSO BABI' di depan warung tersebut.

Sebuah tindakan tegas yang memicu kehebohan, salah persepsi, sekaligus membuka kotak pandora tentang perlindungan konsumen halal di Indonesia.

Baca Juga: Sachrudin Rombak 112 Pejabat Pemkot: Wajib Pelayanan Maksimal! Ini Daftar Nama Pejabat Yang Dilantik

Drama Keterangan Nonhalal: 'B2' di Kertas HVS yang Sempat Hilang

Sekjen DMI Ngestiharjo, Akhmad Bukhori, membeberkan kronologi yang mendasari keputusan DMI. Penjual bakso, yang diketahui berinisial Saido dan bahkan beragama Islam, telah lama berjualan bakso babi—bahkan sejak era 1990-an secara keliling, dan menetap di lapak saat ini sejak sembilan tahun lalu.

Masalah muncul karena Saido berulang kali enggan mencantumkan keterangan nonhalal secara konsisten dan jelas, meskipun sudah mendapat teguran dari pemangku wilayah setempat.
"Penjual merasa keberatan, karena kalau ditulis bakso babi, pembelinya otomatis berkurang," ungkap Bukhori.

Akibat keberatan ini, penjual hanya sempat memasang tulisan 'B2' seukuran setengah kertas HVS, dan parahnya, tulisan itu "kadang dipasang, kadang enggak."

Ketidakjelasan inilah yang membuat banyak konsumen beragama Islam, bahkan yang mengenakan hijab, terkecoh dan membeli bakso tersebut.

Ketua RT setempat, Bambang Handoko, bahkan mengakui ia pernah mendekati pembeli berhijab untuk memberi tahu bahwa bakso itu haram.

Baca Juga: Tragedi Kentongan Raksasa di Warung Wisata Kopi Ingkar Janji: Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia Saat Tertimpa Pajangan, Akankah Berujung ke Ranah Hukum?

Baca Juga: Maut di Tempat Wisata Viral: Kentongan Raksasa 'Menghabisi' Nyawa Bocah 6 Tahun di Warung Wisata, Kopi Ingkar Janji

Spanduk DMI yang Jadi "Bumerang" Viral

Halaman:

Tags

Terkini