INSIBERNEWS - Radiasi tinggi ditemukan oleh Satuan Tugas Penanganan Kontaminasi Radioaktif atau Cesium-137 di Kampung Sadang, Desa Sukatani.
Tim gabungan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melakukan pengecekan langsung di sumber radiasi tinggi kawasan tersebut, mendeteksi adanya benda berbentuk slak atau hasil leburan logam dengan tingkat radiasi mencapai 10 mikrosievert per jam.
Sementara itu, batas aman paparan radiasi bagi masyarakat umum hanya sekitar 0,5 mikrosievert per jam.
Baca Juga: Proyek PSEL Tangerang Dibatalkan, Solusi Sampah Kota Tangerang dan Tangsel Kandas, Menteri Hanif: Siapkan Diri Timbun 2 Juta Ton Sampah!
Sejumlah warga di kawasan Lapak C diharuskan untuk segera pindah ke lokasi yang lebih aman untuk sementara waktu, sambil menunggu proses dekontaminasi selesai dilakukan oleh tim teknis di lapangan.
Diungkapkan olehDeputi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani, bahwa tim menemukan sejumlah barang bekas yang juga memiliki tingkat radiasi tinggi.
“Barang-barang bekas ternyata juga kita temukan adanya tingkat radiasi yang tinggi di lokasi ini,” ujar Rasio kepada wartawan usai meninjau lokasi pada Jumat 24 Oktober 2025.
Baca Juga: Sidang Keberatan Sandra Dewi: Jaksa Bongkar Aliran Dana Miliaran Rupiah dari Harvey Moeis ke Rekening Istri
Rasio menambahkan bahwa saat ini proses dekontaminasi sedang berjalan, dan tim melakukan pengecekan menyeluruh di area terdampak.
“Kita lakukan proses dekontaminasi sedang berjalan, kita sedang melakukan pengecekan,” katanya.
Langkah yang diambil pemerintah mencakup pengangkatan material terkontaminasi untuk kemudian disimpan di fasilitas khusus penyimpanan limbah radioaktif.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Jamin Iuran Tak Naik Sampai 2026 Usai Suntikan Dana Rp20 Triliun ke BPJS Kesehatan
“Tindakan khususnya kita lakukan pengangkatan agar kontaminasi kemudian kita tempatkan di terminal storage,” ujar Rasio.
Rasio juga memastikan bahwa benda penyebab radiasi tinggi tersebut berbentuk slak hasil peleburan logam, dan lokasi temuan masih dalam tahap penanganan.
“Bentuknya slak, dari hasil peleburan logam,” ucapnya.
Baca Juga: Apple Dikabarkan Langsung Lompat ke iPhone 20 pada 2027, Bakal Jadi Edisi Spesial 20 Tahun iPhone
“Belum, sedang diproses,” tambah Rasio, ketika dikonfirmasi mengenai kondisi keamanan lokasi.
Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan langkah mitigasi dan pengawasan terhadap sumber radiasi untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.
Warga yang direlokasi akan mendapatkan perlindungan dan bantuan kebutuhan dasar selama proses pembersihan berlangsung.***