Puncak dari perilaku temperamen KP terjadi beberapa hari kemudian, bahkan sempat menimbulkan keributan dengan koki dapur MBG pada Kamis (9/10/2025).
Setelah serangkaian kemarahan, KP sempat meminta maaf kepada RDA. Namun, momen permintaan maaf itu justru diwarnai dengan aksi tak terpuji.
"Dia minta maaf tapi sambil pegang-pegang saya. Saya sudah di pojok ruangan, cuma bisa melindungi diri. Saya takut sekali,” lanjut RDA, menggambarkan ketakutannya saat dilecehkan oleh atasannya sendiri.
Baca Juga: Tarif Transjakarta Bakal Naik Jadi Rp5.000, Pemprov DKI Sebut Subsidi Sudah Terlalu Berat
Korban Trauma
Akibat insiden ini, RDA mengaku mengalami trauma psikis, kehilangan nafsu makan, dan khawatir akan ancaman balasan dari terduga pelaku.
"Karena saya juga khawatir nanti balasan pelaku ke saya seperti apa, psikis saya terganggu," jelasnya.
Laporan resmi telah dilayangkan korban ke Polres Metro Bekasi Kota pada 20 Oktober 2025.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan telah menerima laporan tersebut.
"Laporan sudah kita terima," ujar Braiel.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti kunci.
"Segera kami komunikasikan pemanggilan [terduga pelaku]. Semoga dalam waktu dekat bisa segera selesai,” imbuh AKBP Braiel.
Baca Juga: Kemenhub Gaspol Wujudkan Jalan Bebas Truk ODOL, Target Tercapai di 2027
BGN Turun Tangan
Sosok KP yang kini menjadi sorotan adalah Kepala SPPG di Kecamatan Jatiasih. SPPG sendiri adalah unit layanan yang dibentuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).