news

Heboh! Kasus Pelecehan Kepala SPPG di Bekasi, Korban Curhat Hari Senin Dilarang Berkerudung

Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:19 WIB
ilustrasi pelecehan (istimewa)

“Saya dimarahin dia itu hari Senin itu. Saya tanya dokumen itu dimaki-maki sama dia. Padahal saya tidak salah,” tutur korban kepada awak media di Bekasi, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Tak berhenti di situ, korban mengaku sempat menerima tindakan kasar yang membuatnya terluka.

“Awalnya cekcok, lalu dia coba minta maaf dengan cara menggenggam keras pergelangan tangan saya. Terus dia juga pernah menghalangi jalan saya menggunakan tangannya, tangannya mengenai bibir saya sampai terasa sakit,” paparnya.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-32 Tahun Tanpa Jule, Na Daehoon Banjir Doa dan Dukungan

Pelecehan Berkedok Permintaan Maaf
Korban juga mengungkap, pelaku kerap menggunakan momen permintaan maaf sebagai dalih untuk melakukan pelecehan.

RD menggambarkan bagaimana atasannya berperilaku seperti anak kecil yang memanfaatkan kedekatan fisik secara tidak pantas.

“Habis marah-marah, dia minta maaf sama saya dengan cara dia kayak anak kecil. Dipegang-pegang saya, dia pojokin saya dan saya cuma bisa melindungi badan saya,” tuturnya.

Baca Juga: Psikologis Korban Foto Cabul SMAN 11 Semarang Tuai Sorotan, Sosok Pelaku Adalah Mahasiswa UNDIP yang Ayahnya Polisi

Tindakan tersebut, menurut korban, bukan kali pertama terjadi. Ia bahkan sempat menerima telepon dari pelaku yang menyuruhnya tidak memakai kerudung saat bekerja.

“Pelaku telepon saya hari Minggu atau Sabtu, lupa. Tapi dia bilang ‘Senin gak usah pake kerudung dong’. Saya matiin langsung teleponnya,” ungkapnya.

Harapan Korban untuk Keadilan
Korban berharap kasus ini dapat segera ditindaklanjuti agar tidak ada lagi korban lain di lingkungan kerja pelayanan publik.

“Kalau ke polisi baru kemarin tanggal 20 dan itu sudah buat laporannya. Saya dan keluarga tidak terima atas perlakuannya dia,” ujar korban.

Baca Juga: Siswi SMP Korban Bully di Bandar Lampung Dikeluarkan Dari Sekolah, Sering Diejek Teman Karena Ibunya Tukang Rongsokan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelecehan di tempat kerja masih menjadi ancaman serius, terutama bagi perempuan.

Di samping itu, Korban kini menanti tindak lanjut aparat untuk menegakkan keadilan dan memberi rasa aman di ruang kerja yang seharusnya dibangun dengan batas profesional.***

Halaman:

Tags

Terkini