• Pendanaan Proyek Strategis (Whoosh): Purbaya bersikukuh agar beban utang tidak ditanggung APBN, sementara Luhut menegaskan proyek tersebut bisa diselesaikan melalui restrukturisasi tanpa mengganggu kas negara.
• Family Office: Purbaya menyatakan tidak akan mengalokasikan APBN untuk pendirian Family Office, meski mendukung inisiatif tersebut jika didanai secara mandiri oleh DEN atau swasta.
Terlepas dari bantahan Purbaya, momen Istana kemarin kembali menegaskan bahwa hubungan dua raksasa ekonomi ini akan selalu menjadi barometer stabilitas internal kabinet. Jarak beberapa kursi mungkin hanyalah kebetulan, tetapi jarak pandang fiskal dan investasi mereka adalah realitas yang akan terus diuji dalam upaya memajukan ekonomi Kabinet Merah Putih.(**)