news

Kucurkan Dana Rp16 Triliun, Danantara Siap Dorong Pasar Modal Jelang Akhir Tahun

Senin, 20 Oktober 2025 | 15:14 WIB
Danantara Indonesia (Foto : Dok/fakultas Hukum Umsu)

INSIBERNEWS - Dana senilai Rp16 triliun siap dikucurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara ke pasar modal Indonesia, untuk memperkuat likuiditas pasar sekaligus menstabilkan sentimen investasi di tengah gejolak ekonomi global yang masih berlanjut.

Diungkapkan oleh Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Patria Sjahrir, bahwa pihaknya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mengelola dana tersebut sebelum tutup tahun.

Dengan waktu yang terbatas, Danantara memilih untuk berinvestasi di instrumen pasar yang memiliki perputaran cepat dan likuiditas tinggi.

Baca Juga: Kabinet 'Gemuk' Prabowo-Gibran, Strategi Politik atau Beban Pemerintahan?

“Kami hanya punya waktu dua bulan, jadi harus memilih instrumen paling cepat dan likuid. Salah satunya adalah pasar surat utang (bond market), dan kami juga mempertimbangkan masuk ke public market equity,” ujar Pandu dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).

Langkah strategis ini disebut sebagai bagian dari upaya Danantara untuk menjaga stabilitas keuangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan pasar modal domestik.

Pandu menegaskan bahwa investasi tersebut bukan hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat peran BPI dalam ekosistem investasi Indonesia.

Baca Juga: Tragedi di Kedai Kopi Kulon Progo, Bocah 6 Tahun Tewas Tertimpa Kentongan Raksasa

Menurutnya, kondisi pasar keuangan global yang masih bergejolak akibat perlambatan ekonomi dunia dan ketidakpastian geopolitik menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Danantara ingin memastikan dana investasi negara dapat dioptimalkan untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai langkah Danantara akan memberikan dampak positif bagi pasar modal.

Disebutkan injeksi dana segar tersebut dapat membantu memperbaiki struktur likuiditas yang saat ini tengah tertekan akibat volatilitas pasar global.

Baca Juga: Menebak Pelatih Baru Timnas, Muncul Rumor Timur Kapadze dan Van Gaal

“Alokasi dana sebesar itu diharapkan bisa menjadi liquidity buffer yang menahan kejatuhan lebih dalam, sekaligus memperbaiki kedalaman pasar. Ini momentum yang baik bagi pasar modal kita,” kata Liza dalam riset harian Kiwoom yang dirilis Senin (20/10/2025).

Selain memperkuat pasar obligasi dan saham, kehadiran dana tersebut juga diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor, terutama asing, terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Dengan likuiditas yang lebih baik, pasar modal nasional diharapkan bisa menjadi alternatif investasi yang menarik di tengah perlambatan global.

Halaman:

Tags

Terkini