news

Perlintasan Tanpa Palang Kembali Makan Korban! Minibus Tertabrak KA Mataram di Purworejo, 2 Orang Tewas di Tempat

Senin, 20 Oktober 2025 | 10:02 WIB
Ilustrasi Kecelakaan Mobil Yang Ditabrak Kereta (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Dewi, Kecamatan Bayan, Purworejo, pada Minggu (19/10/2025). Sebuah minibus bernopol AA 8041 UV tertabrak Kereta Api Mataram relasi Solo Balapan–Pasar Senen saat melintas di jalur tersebut.

Benturan keras membuat mobil langsung terpental dan hancur berkeping-keping. Kabin kendaraan bahkan terlepas dari bodi utama dan terjun ke kubangan air di sisi utara rel. Dua penumpang di dalam mobil dilaporkan menjadi korban dalam insiden ini.

Baca Juga: Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Deretan 3 Menteri yang Dapat Tingkat Kepuasan Publik Tertinggi

Korban pertama diketahui bernama Retno Yugo, 31 tahun, warga Kelurahan Kutoarjo. Ia meninggal di lokasi kejadian akibat benturan keras. Sementara korban kedua, Nur Syarifudin, 26 tahun, asal Desa Jrakah, sempat dilarikan ke RS Palangbiru Kutoarjo, namun nyawanya tidak tertolong.

Saksi mata bernama Awan mengaku mendengar suara hantaman keras dari arah rel sekitar pukul 10 pagi. Ia bergegas menuju lokasi dan mendapati pemandangan memilukan — potongan mobil berserakan, sebagian masuk ke saluran air, dan kepulan debu masih terlihat.

Baca Juga: Max Verstappen Dominasi GP Amerika Serikat 2025, Kukuhkan Diri Sebagai Raja Austin

“Mobil itu melintas dari arah utara ke selatan. Saat bersamaan, KA Mataram datang dari arah timur ke barat dan langsung menghantamnya,” ujar Kapolsek Bayan, AKP Tulus Priyanto.

Menurut Tulus, perlintasan tersebut memang tidak dilengkapi palang pintu dan hanya memiliki rambu peringatan.

Pihak kepolisian bersama petugas PT KAI kini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lapangan.

Baca Juga: Mobil Listrik Kian Digemari, Produksi dan Penjualan NEV China Melejit di 2025

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati setiap melintas di jalur rel, terutama di titik yang tidak dijaga petugas.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhenti, tengok kanan-kiri, dan pastikan jalur aman sebelum melintas,” ujar Feni.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena kereta memiliki jalur hak utama yang tidak bisa berhenti mendadak.”

Baca Juga: TANPA LIBUR! Prabowo Kebut Rapat di Kertanegara Hari Minggu, Hanya Bahas 1 Topik Krusial: Kekuatan SDM Berbasis STEM

Halaman:

Tags

Terkini