news

KLH Selidiki Sumber Paparan Radioaktif di Cikande, Pelaku Industri Udang Cari Solusi Ekspor Kembali ke AS

Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:31 WIB
Menyoroti fakta terkini kasus pencemaran zat radioaktif di kawasan Cikande, Banten. (Dok. KLH)

INSIBERNEWS - Terkait kasus pencemaran zat radioaktif Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) masih menelusuri sumber cemaran yang diduga berasal dari limbah besi dan baja impor.

Bareskrim Polri pun telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan, sembari KemenLH fokus melakukan dekontaminasi di sepuluh titik yang terpapar.

Kasus ini tentu berimbas pada industri udang nasional, karena kawasan Cikande juga menjadi lokasi pengolahan udang ekspor ke Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: BMKG Ungkap Ada 4 Wilayah di Indonesia Tak Diguyur Hujan Lebih dari Dua Bulan, Apa Saja?

Di tengah kekhawatiran tersebut, pelaku industri udang berkumpul di Banyuwangi membahas strategi agar ekspor tetap berjalan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyebut, para pelaku industri berharap pemerintah segera menuntaskan penyelidikan agar kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia tidak terganggu.

“Ini jadi momentum untuk kita semua duduk bareng, saling menguatkan, sehingga ketika ada masalah bisa diselesaikan bersama-sama,” kata Ipuk di Forum Shrimp Fair, Banyuwangi, pada Senin, 14 Oktober 2025.

Baca Juga: Peneliti AI Andrew Tulloch Hengkang dari Thinking Machines Lab, Dikabarkan Gabung ke Meta

Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, Supito memastikan temuan radioaktif hanya ada di satu lokasi dan tidak memengaruhi seluruh rantai produksi udang di Indonesia.

Guna memastikan keamanan produk ekspor, pemerintah kini mewajibkan sertifikat bebas radioaktif dari Bapeten bagi seluruh pelaku usaha.

Pemerintah saat ini tengah menelusuri dua kemungkinan sumber utama pencemaran, yakni dari importasi skrap baja dan besi, atau dari kebocoran pelimbahan yang menggunakan Cesium-137 untuk keperluan komersial.

Baca Juga: Waspada! Suhu di Jabodetabek Diprediksi Tembus 32 Derajat Celsius Hari Ini

KLH mencatat ada sepuluh titik yang terpapar zat radioaktif, tersebar di kawasan industri hingga pemukiman warga.

Adapun petugas gabungan dari KLH, Bapeten, Brimob Polri, dan Dinas Kesehatan setempat telah diterjunkan untuk melakukan dekontaminasi.***

Tags

Terkini