INSIBERNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi kering ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Setidaknya, empat daerah tercatat tidak mengalami hujan selama lebih dari dua bulan, bahkan ada yang sudah melewati seratus hari tanpa satu tetes air hujan pun.
Melalui laporan resmi yang dibagikan di media sosial BMKG pada Selasa (14/10/2025), wilayah yang paling lama tidak mengalami hujan adalah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan total 136 hari tanpa hujan. Kondisi ini menjadi salah satu periode kering terpanjang yang tercatat tahun ini.
Baca Juga: Joji Akhirnya Comeback! Rilis Lagu Baru ‘Pixelated Kisses’ Usai Tiga Tahun Menghilang dari Publik
Selain Bima, sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menghadapi situasi serupa. Kabupaten Sumba Timur mengalami 126 hari tanpa hujan, disusul Lembata selama 124 hari, dan Sabu Raijua 119 hari.
Wilayah lain di NTT seperti Timor Tengah Selatan dan Kupang pun ikut terdampak, masing-masing sudah lebih dari 70 hari tidak diguyur hujan.
Kondisi serupa juga dialami beberapa daerah di Bali dan Jawa Timur. Di Bali, Kabupaten Buleleng mencatat 95 hari tanpa hujan, sementara di Jawa Timur, Banyuwangi mengalami periode kering dengan durasi yang sama. Pola ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di bagian selatan Indonesia kini tengah menghadapi puncak musim kemarau.
Baca Juga: Trump Umumkan Fase Dua Gencatan Senjata Gaza, Janji Pulangkan Korban dan Bentuk Pemerintahan Baru
BMKG menjelaskan bahwa faktor utama penyebab kondisi ini adalah pengaruh angin timuran yang masih mendominasi wilayah Indonesia bagian selatan. Angin kering dari Australia membawa massa udara tanpa kelembapan yang cukup, sehingga potensi hujan menjadi sangat rendah.
Fenomena ini juga diperparah dengan adanya anomali suhu muka laut di sekitar perairan selatan Indonesia yang relatif dingin.
Meski begitu, BMKG menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan pembagian Zona Musim (ZOM), sekitar 43 persen atau 298 ZOM saat ini justru sudah memasuki musim hujan. Wilayah yang mulai diguyur hujan antara lain sebagian Sumatera, Kalimantan bagian tengah, serta Sulawesi bagian utara.
Baca Juga: Banjir Kritik Usai Gagal Capai Target Piala Dunia, Nasib Patrick Kluivert di Ujung Tanduk?
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan agar lebih bijak dalam menggunakan air. Menurutnya, daerah dengan curah hujan rendah berisiko mengalami kekurangan pasokan air bersih dan peningkatan potensi kebakaran lahan.
“Warga diharapkan menghemat air dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan api,” ujarnya dalam keterangan resmi BMKG.
Baca Juga: Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, Sahabat Lama Ungkap Ammar Zoni Perlu Bantuan Psikiater