Bagi para pekerja lapangan, pengemudi ojek online, serta pelajar yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan pelindung seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya.
BMKG menegaskan pentingnya upaya pencegahan sederhana untuk menjaga tubuh tetap bugar di tengah kondisi cuaca yang cenderung menyengat.
Sementara itu, kualitas udara di Jabodetabek juga berpotensi menurun akibat suhu panas yang mempercepat pembentukan polutan di atmosfer. Polusi dari kendaraan bermotor dan aktivitas industri bisa terperangkap di lapisan bawah udara, menyebabkan indeks kualitas udara memburuk pada siang hari.
Masyarakat yang sensitif terhadap polusi, seperti anak-anak dan lansia, disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Baca Juga: Satpam Ditemukan Tewas di Pos Jaga Kantor Jeneponto, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Dengan kondisi cuaca yang panas dan lembap, BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Hindari membuang sampah sembarangan yang bisa memicu munculnya serangga saat udara kering, serta pastikan sirkulasi udara di rumah tetap lancar.
Cuaca panas mungkin membuat aktivitas terasa lebih berat, namun dengan langkah antisipatif, risiko dampaknya bisa diminimalisir.***