Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran publik setelah beberapa insiden keracunan makanan di sejumlah daerah. Meski belum seluruhnya terbukti berasal dari dapur MBG, pemerintah tidak ingin mengambil risiko.
“Kita tidak ingin program yang seharusnya menyehatkan justru menimbulkan masalah baru,” tegas Dadan.
Sementara itu, sejumlah pengelola dapur sekolah menyambut positif kebijakan ini. Mereka menilai sertifikasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan.
Baca Juga: Song Kang Comeback, Siap Sapa Penggemar Lewat Fanmeeting 'ROUND 2'
Namun, sebagian juga berharap pemerintah memberikan dukungan anggaran tambahan, mengingat proses sertifikasi memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang diluncurkan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di seluruh Indonesia.
Dengan adanya sertifikasi kelayakan dapur, pemerintah berharap kasus serupa tidak terulang, dan tujuan utama program ini, memastikan setiap anak mendapatkan makanan sehat, aman, dan layak, benar-benar tercapai.***