news

Presiden Kolombia Gustavo Petro: Dari Gerilya Klandestin ke Podium PBB, Melawan dengan Suara

Selasa, 30 September 2025 | 17:16 WIB
Presiden Kolombia Gustavo Petro. (Anadolu Agency) (Foto : Anadolu Agency)

Setelah pembebasannya, Petro mendorong perjanjian damai yang akhirnya mengubah M-19 menjadi partai politik.

Meski hidupnya tak pernah lepas dari ancaman—terpaksa mengungsi ke Brussel selama dua tahun—ia tetap melawan.

Di Kongres, ia menjadi oposisi vokal, membongkar skandal Parapolitik yang mengaitkan politisi dengan kelompok paramiliter.

Saat menjabat Wali Kota Bogotá (2011–2015), Petro mencoba menerjemahkan ide progresif ke kebijakan nyata.

Ia meluncurkan subsidi air untuk warga miskin, membangun sistem transportasi lebih inklusif, dan melawan monopoli pengelolaan sampah.

Langkah ini membuatnya sempat diberhentikan dan dilarang berpolitik, namun ia melawan hingga haknya dipulihkan.

 Baca Juga: X Elon Musk Ajukan Banding, Tolak Sistem Penghapusan Konten India

Pada 2022, Gustavo Petro mencatat sejarah sebagai presiden kiri pertama Kolombia. Ia membawa gagasan besar: “pemerintahan untuk kehidupan.” Fokusnya: transisi energi, perdamaian menyeluruh, dan keadilan sosial.

Dalam diplomasi, ia memutuskan hubungan dengan Israel dan bergabung dalam gugatan genosida ke Mahkamah Internasional.

Gustavo Petro bukan sekadar politisi. Ia simbol dari perubahan politik Amerika Latin, seorang eks-gerilyawan yang memilih suara ketimbang peluru, strategi ketimbang senjata.

Ia tahu harga yang harus dibayar untuk berdiri di sisi yang benar, dan ia tetap memilih berdiri.

Halaman:

Tags

Terkini