news

Pemberantasan Tambang Ilegal, Prabowo Target Selamatkan Rp45 Triliun Tahun Depan

Selasa, 30 September 2025 | 15:48 WIB
Prabowo Perintahkan Aparat Tutup Jalur Penyelundupan Timah (Youtube /PKSTV)

INSIBERNEWS – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan aparat untuk menutup seluruh jalur penyelundupan timah ilegal di Bangka Belitung.

Instruksi tersebut disampaikan dalam acara Musyawarah Nasional VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9).

Menurut Prabowo, selama ini hampir 80 persen hasil timah Indonesia diselundupkan ke luar negeri melalui berbagai modus.

Kondisi tersebut telah menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. “Mulai 1 September kemarin saya perintahkan TNI, Polri, Bea Cukai bikin operasi besar-besaran di Bangka Belitung menutup jalur penyelundupan yang selama ini merugikan kita,” ujarnya.

 Baca Juga: Dana Transfer ke Jabar 2026 Dipangkas Rp2,4 Triliun, Pemprov Siapkan Efisiensi Besar-Besaran

Dari perhitungan pemerintah, potensi dana negara yang bisa diselamatkan dari operasi penertiban tambang ilegal ini diperkirakan mencapai Rp22 triliun dalam kurun waktu September–Desember 2025.

Sementara pada tahun 2026, jumlahnya bisa meningkat hingga Rp45 triliun.

Prabowo memaparkan bahwa para penyelundup timah kerap menggunakan berbagai cara untuk menghindari pengawasan.

Mulai dari perahu kecil hingga kapal penumpang seperti ferry, semua dimanfaatkan untuk mengangkut timah keluar dari Bangka dan Belitung.

Dengan adanya operasi gabungan, ia menegaskan jalur tersebut kini ditutup rapat.

 Baca Juga: Razman Arif Nasution Divonis 1,5 Tahun Penjara Buntut Kasus Pencemaran Nama Baik Hotman Paris

“Dipastikan tidak ada lagi kapal atau bahkan sampan yang bisa keluar membawa timah ilegal,” tegasnya.

Selain timah, Prabowo juga menyoroti banyaknya praktik pertambangan ilegal pada komoditas lain seperti nikel, batu bara, dan bauksit.

Menurutnya, aktivitas tambang ilegal yang marak selama ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.

Halaman:

Tags

Terkini