“Untuk menyelesaikan masalah lama ini, saya akan menerapkan tarif 100 persen untuk semua film yang dibuat di luar Amerika Serikat,” tegasnya.
Langkah ini, menurutnya, akan mendorong industri film dalam negeri kembali berjaya dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor hiburan.
Baca Juga: BCA Mobile dan MyBCA Error Senin Pagi! Nasabah Ramai Keluhkan Layanan
Tak berhenti di film, Trump juga menyinggung sektor lain yang menurutnya kehilangan daya saing, yakni industri furnitur. Ia berjanji akan mengenakan “tarif besar” bagi negara-negara yang tidak memproduksi furnitur di AS.
Fokusnya adalah menghidupkan kembali pusat produksi furnitur di North Carolina, yang dulu pernah berjaya sebelum kalah oleh impor murah dari luar negeri.
Rencana tersebut tentu memunculkan pertanyaan besar. Jika benar-benar diterapkan, kebijakan ini berpotensi memicu perang dagang baru, terutama dengan negara-negara produsen film besar seperti India, Korea Selatan, Jepang, hingga negara-negara Eropa.
Baca Juga: Tom Holland Tenangkan Fans, Ungkap Kondisi Terbaru Usai Insiden di Lokasi Syuting Spider-Man
Selain itu, ada kekhawatiran bahwa kebijakan proteksionis semacam ini justru bisa merugikan konsumen Amerika yang sudah terbiasa menikmati film internasional.
Meski begitu, bagi sebagian pendukungnya, langkah ini dianggap sebagai bentuk nyata Trump dalam “membela industri dalam negeri.”
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana respons Hollywood, negara mitra dagang AS, dan tentu saja para penonton film yang bisa jadi akan ikut merasakan dampak langsung dari kebijakan kontroversial tersebut.***