INSIBERNEWS - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menunjukkan keinginannya untuk bertatap muka langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Setelah keduanya sempat bertemu di Alaska bulan lalu, Putin kini mengajukan undangan resmi agar pertemuan lanjutan bisa berlangsung di Moskow.
Kabar ini disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Minggu (28/9). Ia menegaskan bahwa undangan dari Putin masih terbuka dan menunggu respons dari pihak Gedung Putih.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Akad Massal KPR Subsidi, Targetkan 3 Juta Rumah untuk Rakyat
“Keputusan tetap berada di tangan Amerika Serikat,” ujar Peskov, menegaskan bahwa bola kini ada di pihak Washington untuk menentukan apakah pertemuan tersebut akan terlaksana.
Menurut laporan Xinhua yang dirilis Senin (29/9/2025), Kremlin berharap dialog langsung antara dua pemimpin besar ini dapat membuka jalan baru dalam hubungan bilateral yang beberapa tahun terakhir penuh ketegangan, mulai dari isu keamanan internasional, perdagangan, hingga konflik di kawasan Timur Tengah dan Eropa.
Putin sebelumnya mengajukan ide untuk menggelar pertemuan di Moskow saat pertemuannya dengan Trump di Alaska. Pertemuan itu dianggap penting karena memperlihatkan adanya ruang komunikasi di tengah hubungan kedua negara yang kerap diwarnai saling tuding dan sanksi politik.
Bagi Rusia, mengundang Trump ke Moskow bukan hanya soal diplomasi formal, melainkan juga sinyal bahwa mereka ingin menunjukkan kesiapan membuka lembaran baru.
Kremlin menilai dialog langsung antar kepala negara lebih efektif dibanding hanya melalui jalur diplomatik tingkat menteri.
Baca Juga: Geger Penemuan Kerangka Manusia di Bekas Galian Tanah Tangerang
Namun, pihak Washington sendiri belum memberikan pernyataan resmi apakah undangan itu akan diterima. Sejumlah pengamat menilai, Trump berada dalam posisi dilematis.
Di satu sisi, pertemuan dengan Putin bisa menjadi momentum strategis, namun di sisi lain bisa memicu kritik dari lawan politiknya di dalam negeri.
Meski begitu, harapan tetap ada. Pertemuan di Moskow, bila terlaksana, diprediksi akan membahas isu-isu besar dunia, mulai dari stabilitas kawasan, kerja sama ekonomi, hingga peluang mengurangi ketegangan militer yang kerap muncul di Eropa Timur.
Baca Juga: Di Munas PKS Prabowo Ultimatum BUMN: Benahi Tata Kelola atau Hadapi KPK!