Selain itu, Purbaya menilai pemerintah harus lebih terbuka mendengarkan masukan dari semua pihak, baik asosiasi pekerja, pengusaha, maupun organisasi masyarakat sipil. Kebijakan strategis seperti cukai rokok tidak bisa dibuat sepihak, apalagi jika menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Fiskal, kesehatan, dan tenaga kerja harus berjalan beriringan. Tidak bisa hanya memikirkan satu sisi saja. Keseimbangan itu penting demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Meski demikian, Purbaya tetap mendukung upaya pemerintah menekan konsumsi rokok demi kesehatan masyarakat. Hanya saja, ia menegaskan kebijakan tersebut harus dilengkapi dengan peta jalan yang adil, agar kepentingan negara, masyarakat, dan pekerja tetap terjaga.