news

Bekasi Galakkan Edukasi untuk Cegah HIV-AIDS, Warga Diminta Aktif Terlibat

Selasa, 16 September 2025 | 20:23 WIB
Ilustrasi Selamatkan dari HIV (Foto: Kemenkes RI)

INSIBERNEWS - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali menyoroti persoalan HIV/AIDS yang masih menjadi ancaman kesehatan di wilayahnya. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa pencegahan penyebaran penyakit ini tidak bisa hanya mengandalkan upaya medis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Menurut Harris, kesadaran publik memegang peranan penting. Ia mengingatkan bahwa perilaku berisiko, seperti seks bebas dan penggunaan narkoba dengan jarum suntik bergantian, menjadi pintu masuk utama penularan HIV.

Baca Juga: Kabar Gembira! Karyawan Hotel, Restoran, dan Kafe Bebas Pajak Hingga 2026

“Tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga komunitas lokal punya peran besar untuk memberikan edukasi. Mereka bisa membantu mengingatkan agar masyarakat menjauhi perilaku berisiko. Di saat yang sama, penting juga untuk mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS,” ujar Harris di Bekasi, Selasa (16/9/2025).

Ia menjelaskan, stigma sosial yang melekat pada penderita HIV kerap membuat mereka enggan memeriksakan diri atau berobat. Padahal, dengan penanganan medis yang tepat, penderita bisa tetap sehat dan produktif.

Baca Juga: Terima Dana Rp55 Triliun, BRI Siap Perkuat Likuiditas Perbankan di Sektor UMKM

Dinas Kesehatan Kota Bekasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) disebut terus melakukan pemantauan perkembangan kasus. Setiap laporan yang masuk ditindaklanjuti dengan langkah cepat, baik berupa pemeriksaan, konseling, maupun rujukan untuk perawatan lanjutan.

Harris juga menekankan pentingnya edukasi dengan pendekatan moral dan religius. Menurutnya, pendekatan tersebut lebih mudah diterima masyarakat karena berangkat dari nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Bank Bingung Serap Dana Rp200 Triliun: 'Mereka Cuma Sanggup 70T'

“Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga medis, tokoh agama, dan masyarakat, kita bisa memperkuat benteng pencegahan sejak dini. Kuncinya adalah kolaborasi, bukan hanya mengandalkan satu pihak saja,” tuturnya.

Upaya ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi, menjaga keharmonisan keluarga, serta membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap isu kesehatan.

Baca Juga: Erick Thohir Layangkan Protes ke FIFA soal Wasit di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pemkot Bekasi berharap, gerakan kolektif ini mampu memperlambat bahkan menekan laju penyebaran HIV/AIDS di wilayahnya.

Harris mengingatkan, pencegahan yang dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan komunitas, akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan bebas dari diskriminasi.

Tags

Terkini