news

Menkeu Purbaya Ungkap Bank Bingung Serap Dana Rp200 Triliun: 'Mereka Cuma Sanggup 70T'

Selasa, 16 September 2025 | 20:05 WIB
Menkeu Purbaya Ungkap Bank Bingung Serap Dana Rp200 Triliun (Istimewa )

INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan soal tantangan penyaluran dana segar Rp200 triliun yang ditempatkan pemerintah di bank-bank besar. Menurutnya, meski jumlahnya fantastis, justru pihak bank merasa kesulitan mencari cara untuk menyalurkan dana tersebut secara efektif.

“Tahu tidak, ketika saya mau nyalurkan Rp200 triliun, banknya bilang apa? Mereka hanya sanggup menyerap Rp70 triliun. Saya bilang, ‘Enak aja, kasih ke sana semua biar mereka mikir,’” ungkap Purbaya dengan nada setengah bercanda, Senin (15/9/2025).

Baca Juga: Remaja 16 Tahun Jadi Tersangka Pembunuhan Kekasih di Indekos Ciracas

Ia menegaskan bahwa dana jumbo itu memang sengaja disalurkan ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar bisa digulirkan ke sektor riil.

Tujuannya sederhana, yaitu menggerakkan roda perekonomian dengan mendorong bank lebih kreatif dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan.

Menurut Purbaya, tidak benar jika ada anggapan bahwa penempatan dana Rp200 triliun tersebut hanya berlaku selama enam bulan. Ia menyebut kabar itu muncul akibat kesalahan komunikasi dari jajarannya. Faktanya, pemerintah tidak pernah menetapkan batas waktu untuk penempatan dana ini.

Baca Juga: Trump Klaim Tak Diberitahu Netanyahu soal Serangan Israel ke Qatar

“Pada dasarnya seperti itu, seperti naruh uang di bank suka-suka sampai kapan, supaya muter di perekonomian, biar banknya mikir,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski dana tersebut belum sepenuhnya tersalurkan, pemerintah tidak berencana menarik kembali. Bahkan, cadangan dana pemerintah di Bank Indonesia disebut jauh lebih besar, sehingga penempatan Rp200 triliun ini tidak akan mengganggu program prioritas pemerintah yang lain.

Baca Juga: Pencinta Matcha Wajib Tahu, Ternyata Banyak Manfaatnya untuk Kecantikan

Langkah pemerintah ini juga menjadi sinyal bahwa penguatan peran perbankan nasional penting untuk menjaga stabilitas ekonomi. Bank-bank besar didorong untuk tidak hanya mengandalkan dana murah, tapi juga mampu menyalurkan kredit ke sektor produktif agar efek ekonominya terasa langsung di masyarakat.

Meski begitu, sejumlah analis menilai tantangan terbesarnya adalah pada kualitas penyaluran kredit. Jika bank tidak hati-hati, dana besar bisa berisiko menjadi kredit macet. Di sisi lain, bila terlalu konservatif, dana tersebut justru mengendap tanpa memberi dampak signifikan.

Baca Juga: Erick Thohir Layangkan Protes ke FIFA soal Wasit di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Purbaya optimistis, dengan dorongan ini, bank akan semakin berinovasi dalam pembiayaan. Ia berharap dana triliunan rupiah itu benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh dunia usaha, khususnya sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Tags

Terkini