news

Gelombang Aksi Antikorupsi di Filipina, Mahasiswa hingga Sopir Angkot Turun ke Jalan

Senin, 15 September 2025 | 14:41 WIB
Ilustrasi demo (Istimewa)

INSIBERNEWS - Filipina tengah bersiap menghadapi gelombang aksi demonstrasi yang akan digelar selama sepekan penuh, mulai Senin (15/9) hingga Minggu (21/9). Aksi ini dipicu oleh keresahan publik terhadap kasus-kasus korupsi yang dianggap semakin merugikan masyarakat.

Menurut laporan Inquirer, aksi protes tidak hanya akan digelar oleh mahasiswa dari berbagai kampus ternama, tetapi juga melibatkan sejumlah organisasi masyarakat sipil hingga kelompok transportasi.

Gelombang ini disebut sebagai salah satu rangkaian aksi antikorupsi terbesar sepanjang tahun 2025 di Filipina.

Baca Juga: Trump Sebut Qatar Sekutu Penting, Ingatkan Israel Lebih Hati-Hati di Timur Tengah

University of the Philippines (UP) menjadi salah satu yang paling awal mengawali gerakan. Dalam pengumuman resminya, pihak kampus mengajak seluruh civitas akademika, mulai dari staf, mahasiswa, hingga dosen, untuk ikut serta dalam aksi hari Senin pagi.

“Staf UP Cebu, mahasiswa, dan fakultas diundang untuk berpartisipasi dalam ekspresi kolektif kewaspadaan, solidaritas, dan pelayanan kepada masyarakat di halaman UP Cebu, Gorordo Avenue, pukul 08.00 pagi,” bunyi ajakan tersebut.

Baca Juga: Isu Pergantian Kapolri, Istana Pastikan Belum Ada Surpres dari Presiden Prabowo

Tak hanya dari kalangan akademisi, aksi juga akan melibatkan kelompok transportasi. Organisasi sopir angkot dan pekerja transportasi yang menamakan diri MANIBELA, dijadwalkan turun ke jalan pada 17–19 September.

Mereka mengaku ingin menunjukkan solidaritas sekaligus menuntut pemerintahan untuk lebih serius memberantas praktik korupsi yang memengaruhi kebijakan transportasi publik.

Baca Juga: BRI Sambut HUT Ke-130 dengan Karya Jurnalistik Inspiratif Melalui News Fest 2025

Pengamat politik di Manila menilai, aksi yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat ini mencerminkan semakin tingginya ketidakpuasan publik terhadap pemerintah. Meskipun pemerintah kerap menyatakan komitmen melawan korupsi, kasus-kasus besar yang mencuat dalam beberapa bulan terakhir membuat kredibilitas janji tersebut diragukan.

Selain mahasiswa dan kelompok transportasi, sejumlah organisasi masyarakat sipil juga sudah menyatakan kesiapan untuk ikut bergabung. Mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan bentuk gerakan moral yang harus terus dijaga agar tidak padam.

Baca Juga: Eko Patrio Pasrah soal Karier Politik, Serahkan Keputusan pada Zulhas usai Dinonaktifkan PAN

Di sisi lain, pihak keamanan Filipina disebut telah menyiapkan pengamanan ekstra, terutama di titik-titik yang diprediksi menjadi pusat konsentrasi massa. Pemerintah meminta agar aksi tetap berlangsung damai dan tidak mengganggu aktivitas publik secara luas.

Halaman:

Tags

Terkini