"Saya sangat terkejut dengan kasus kematian Charlie Kirk. Tidak ada pembenaran untuk kekerasan politik dan setiap tindakannya mengancam demokrasi," tulis Carney di X, sebagaimana dilansir dari AFP pada Kamis, 11 September 2025.
Senada, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menekankan pentingnya kebebasan berpendapat atas kasus yang menimpa Kirk.
"Kita semua harus bebas berdebat secara terbuka dan bebas tanpa rasa takut, tidak ada pembenaran untuk kekerasan politik," tegas Senada dikutip dari laporan yang sama.
Baca Juga: Mana yang Lebih Efektif Jaga Kebersihan Tangan, Hand Sanitizer atau Sabun Cuci Tangan?
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni menyebut kematian Kirk sebagai luka mendalam bagi kebebasan demokrasi.
"Pembunuhan yang keji, luka yang dalam bagi demokrasi dan bagi mereka yang percaya pada kebebasan," terang Meloni dilansir dari AFP, sembari menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Kirk.
Seperti yang diketahui, Kirk juga aktif menjadi influencer politik dengan agenda Trump.
Baca Juga: Kemlu Pastikan Keamanan WNI di Nepal, Pertimbangkan Opsi Evakuasi ke Indonesia
Ia sering tampil di berbagai kampus untuk menggelar debat terbuka mengenai isu-isu kontroversial, mulai dari aborsi, imigrasi, hingga konflik di Palestina.
Keberaniannya menjawab pertanyaan-pertanyaan tajam membuat Kirk semakin populer di kalangan pendukung konservatif, tetapi juga menuai kritik keras dari lawan politiknya.
Kini, kematian Kirk menjadi sinyal bahaya tentang batas kebebasan politik dan demokrasi bagi dunia internasional.***