INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan perombakan besar di Kabinet Merah Putih. Tidak tanggung-tanggung, lima kursi menteri diganti sekaligus. Meski demikian, langkah itu diperkirakan bukan yang terakhir. Masih ada kemungkinan reshuffle berikutnya jika Presiden menilai ada pembantunya yang tidak bekerja optimal.
Adapun lima posisi yang diganti adalah Menteri Koordinator Politik dan Keamanan yang kini tidak lagi dijabat Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. Perubahan ini langsung menyita perhatian publik karena melibatkan nama-nama besar yang sebelumnya cukup menonjol.
Baca Juga: Tunjangan Rumah DPRD Jabar Sentuh Rp71 Juta, Publik Geram Iswara Bilang Masih Kurang
Peneliti senior BRIN, Siti Zuhro, menilai reshuffle ini baru awal. Menurutnya, Presiden Prabowo akan terus mengawasi kinerja kabinet dan tidak menutup kemungkinan kembali melakukan perombakan bila ada menteri yang dinilai kurang maksimal.
“Tidak tertutup kemungkinan akan ada. Jadi Pak Prabowo belum tentu sudah puas dengan pergantian yang lima ini,” ujar Siti Zuhro, dikutip dari Media Indonesia, Rabu (10/9).
Baca Juga: Pickup Terguling Usai Hindari Tabrakan, Muatan Berserakan di Jalan Raya
Ia menekankan, reshuffle selanjutnya bisa saja menyasar menteri-menteri yang kinerjanya tengah menjadi sorotan publik. Bagi Prabowo, citra pemerintah dan kepercayaan rakyat akan sangat bergantung pada performa para pembantunya.
Siti juga mengingatkan agar Presiden lebih selektif dalam menentukan siapa yang akan menduduki jabatan strategis. Jangan sampai menteri yang dipilih justru menjadi beban tambahan.
“Masyarakat tentu berharap para menteri tidak hanya loyal, tapi juga kapabel dalam mengemban tugas,” tambahnya.
Baca Juga: TRAGIS! Kecelakaan Maut Antara Mobil dan Truk Terjadi Di Tol Cipularang KM 111, 2 Orang Tewas
Publik sendiri menyambut reshuffle ini dengan beragam pandangan. Ada yang melihatnya sebagai langkah berani untuk menyegarkan kabinet, namun tak sedikit pula yang menilai perombakan itu hanya sekadar strategi politik.
Di sisi lain, wacana reshuffle lanjutan juga memunculkan spekulasi tentang siapa saja nama yang berpotensi tergeser. Meski belum ada tanda pasti, sejumlah kementerian yang belakangan menuai kritik masyarakat bisa saja menjadi target berikutnya.
Bagi Prabowo, menjaga keseimbangan politik sekaligus memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif bukanlah perkara mudah. Reshuffle kabinet mungkin akan terus dilakukan sampai ia menemukan komposisi tim yang benar-benar solid dan mampu menjawab ekspektasi rakyat.