news

Lonjakan Kasus Campak di Jakarta, Imunisasi Massal Jadi Andalan Pemerintah

Rabu, 10 September 2025 | 13:15 WIB
Ilustrasi Penyakit Campak (Foto : Dok/hellosehat.com)

INSIBERNEWS - Kasus campak kembali mencuat di DKI Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa jumlah kasus mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Data terbaru menunjukkan ada 218 kasus campak dan 63 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi.

“Kasus campak di DKI Jakarta sempat naik. Ada 218 kasus pada awal September, dan juga ada 63 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi. Alhamdulillah, tidak ada kematian yang dilaporkan sampai dengan saat ini,” kata Ani saat menghadiri seminar bertajuk Cegah Campak dari Rumah Kita pada Selasa (9/9).

Baca Juga: Bangga! Film Sore Istri Dari Masa Depan Terpilih Wakili Indonesia di Oscar 2026

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Di daerah padat penduduk itu, tercatat 38 anak positif campak.

Lonjakan di satu titik ini membuat pemerintah daerah bergerak cepat dengan menggelar Outbreak Response Immunization (ORI), yakni program imunisasi massal untuk menekan penyebaran wabah.

Baca Juga: Anisa Bahar Kejutkan Publik! Resmi Menikah dengan Mansya Usai 2 Minggu Berkenalan

Ani menjelaskan, target imunisasi massal kali ini mencapai 9.000 anak. Hingga awal September, cakupan imunisasi sudah menyentuh angka 77,22 persen dan masih terus berjalan.

“Imunisasi ini penting untuk melindungi anak-anak. Programnya akan terus berlangsung sampai cakupan maksimal tercapai,” ujarnya.

Pemerintah mengingatkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan. Virus ini bisa menimbulkan komplikasi serius, mulai dari diare, infeksi telinga, pneumonia, hingga radang otak.

Dalam kasus tertentu, campak bahkan bisa berujung pada kematian. Karena itu, imunisasi menjadi langkah utama untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyakit menular ini.

Baca Juga: Headphone Ruby Red Jennie BLACKPINK Jadi Incaran, Ludes Hanya dalam Hitungan Menit!

Di Indonesia, vaksin campak rubella diberikan tiga kali, yaitu saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan ketika duduk di kelas 1 SD. Dinkes DKI menekankan agar orang tua tidak menunda jadwal imunisasi anaknya.

“Kalau anak belum lengkap imunisasinya, segera dibawa ke puskesmas terdekat,” pesan Ani.

Baca Juga: Selidiki Kematian Staf KBRI Zetro Leonardo, Kemlu RI Intensif Koordinasi dengan Peru

Halaman:

Tags

Terkini