news

Aset Dana Pensiun Tembus Rp1.593 Triliun, Tumbuh Hampir 9 Persen hingga Juli 2025

Senin, 8 September 2025 | 18:51 WIB
Ilustrasi Lansia (Foto : Dok/Universitas Airlangga)

INSIBERNEWS - Industri dana pensiun di Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang tahun ini. Hingga Juli 2025, total aset dana pensiun berhasil mencapai Rp1.593,18 triliun. Angka tersebut meningkat 8,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandakan kepercayaan masyarakat terhadap program pensiun semakin menguat.

Baca Juga: Saham Rokok Melonjak di Tengah Isu Reshuffle Kabinet dan Pergantian Menkeu

Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, menjelaskan pertumbuhan ini ditopang oleh dua program utama, yakni program pensiun sukarela dan program pensiun wajib.

Untuk program pensiun sukarela, aset yang dikelola tumbuh 4,66 persen secara tahunan dengan nilai mencapai Rp392,56 triliun.

Program ini umumnya diikuti perusahaan swasta maupun individu yang ingin menjamin masa tuanya dengan tambahan tabungan di luar program wajib pemerintah.

Baca Juga: Pergantian Menteri Keuangan Bikin Pasar Bergejolak, Rupiah dan IHSG Melemah

Sementara itu, program pensiun wajib mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Ogi menyebutkan, aset dari program ini mencapai Rp1.200,62 triliun atau meningkat 10,12 persen yoy. Program wajib mencakup Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun bagi ASN, TNI, dan Polri.

“Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program JHT, JP BPJS Ketenagakerjaan, serta iuran pensiun bagi ASN, TNI, dan Polri, asetnya tumbuh di atas 10 persen hingga Juli 2025,” ujar Ogi.

Baca Juga: Gus Irfan Resmi Dilantik Jadi Menteri Haji dan Umrah, Prabowo Bentuk Kementerian Baru

Pertumbuhan aset dana pensiun ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan masa tua. Selain itu, kinerja investasi di sektor keuangan yang relatif stabil pada semester pertama 2025 juga turut mendorong kenaikan nilai aset yang dikelola.

Meski begitu, Ogi menekankan perlunya pengelolaan yang lebih profesional dan transparan agar industri dana pensiun semakin dipercaya.

Pasalnya, tantangan di masa depan tidak hanya soal menjaga pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaat pensiun benar-benar bisa dinikmati peserta sesuai haknya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tanggapi Isu Reshuffle, Minta Publik Tunggu Kepastian dari Istana

Dengan pencapaian ini, dana pensiun semakin menegaskan perannya sebagai salah satu penopang penting sistem keuangan nasional. Ke depan, industri ini diharapkan bisa menjadi instrumen utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat setelah memasuki usia pensiun.

Tags

Terkini