news

Kota Bandung jadi Pilot Project Studi Tiru Pemkab Lebak Dalam Pengolahan Sampah Menjadi Produk Bernilai

Selasa, 2 September 2025 | 20:00 WIB
Wakil Bupati Lebak, Kadis DLH, Kepala Baperida dan Kepala Bidang PSLB3 Dalam Kunjungannya ke Kota Bandung Studi Tiru (Ade Supardi/INSIBERNEWS )

INSIBERNEWS, LEBAK - Kota Bandung Jawa Barat menjadi pilot project pilihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, dalam melakukan studi tiru pengolahan sampah terpadu.

Kunjungan studi tiru ini berlangsung selama dua hari pada 22 - 23 Agustus 2025 lalu. Diikuti Wakil Bupati, Kepala,Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH),Baperida dan Kepala Bidang PSLB3.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak Iwan Sutikno dalam kunjungannya ke Kota Bandung studi tiru mengatakan, pengelolaan sampah di TPST Tegallega telah mampu melakukan pengolahan sampah organik berupa sampah yang bersumber dari taman berupa dedaunan, ranting pohon dan sampah non organik berupa sampah plastik.

Baca Juga: Imbas Aksi Ricuh Demo, Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kerugian Fasum DKI Capai Rp50 M!

Sampah yang terolah sebanyak 25 ton perhari, adapun produk yang yang dihasilkan yaitu Refuse Derivid Fuel (RDF) dan pupuk organik sebanyak 18 ton perhari.

Proses produk yang dilakukan di TPST ini menggunakan mesin-mesin dengan TKDN sekitar 40%, mulai mesin pencacah atau mesin gibrig dan mesin pengering.

"Bahan bakar untuk mesin pengering menggunakan bahan bakar kayu dari sisa pemangkasan pohon yang kering, kemudian dimasukan kedalam tungku pembakaran dan uap panasnya dimanfaatkan untuk pengeringan sampah organik sebagai campuran sampah plastik untuk dijadikan RDF agar mendapatkan kalori sesuai yang diinginkan," ujar Kadis DLH Lebak pada InsiberNews diruang Kerjanya, selasa (02/09/2025).

Baca Juga: Zetro Leonardo Purba, Diplomat Indonesia di Peru Tewas Ditembak Mati Oleh Orang Tak Dikenal

Lanjut Iwan, pengolahan sampah di TPST Holis berbeda dengan pengelolaan sampah di TPST Tegallega,TPST Holis pengelolaan sampah yang bersumber dari sampah rumah tangga, prosesnya mulai dari pemilihan (memisahkan sampah organik dan non organik serta residu).

"Sampah yang sudah terpilih organik dan plastik kemudian dimasukan ke mesin pencacah. Selanjutnya, masuk ke mesin pengeringan melalui sparator, sedangkan sampah residu masuk kedalam mesin pirolisis untuk dibakar dan dimusnahkan," paparnya.

Ungkap Iwan, produsen mesin pengelolaan sampah PT Tree sudah mampu membuat mesin pembakaran sampah generasi ke tiga yang di beri nama Autothermix.

Baca Juga: Akui Tak Mudah, Menkeu Sri Mulyani Ajak Perbaiki Indonesia Tanpa Anarki dan Kebencian usai Rumahnya Dijarah Massa Demo

"Mesin ini diatas insenerator dan pirolisis, penyempurnaan mesin ini ada pada sistem pemanasannya yang menggunakan sistem pemanasan dengan suhu tinggi sehingga tidak menghasilkan asap, dan teknologi ini sudah terkontrol dari dasbor. Sehingga, memudahkan pengawasan dan tentunya sangat ramah lingkungan," jelas Iwan.

Kota Bandung menjadi tempat untuk melakukan studi tiru karena telah memanfaatkan teknologi untuk mengolah sampah yang mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai seperti kompos dan Refuse-Derived Fuel (RDF).

Halaman:

Tags

Terkini