“Presiden tidak boleh abai. Jika Kapolri tidak mampu membawa perubahan, maka pencopotan harus dilakukan. Pembiaran hanya akan memperkuat budaya kekerasan aparat,” tegas YLBHI.
Gelombang kritik terhadap Polri ini diperkirakan tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menyatakan siap mengawal isu ini dan terus mendesak perubahan mendasar pada tubuh kepolisian.
Bagi mereka, reformasi Polri bukan sekadar pergantian sosok di pucuk pimpinan, tetapi juga pembenahan kultur dan sistem yang selama ini dianggap mengabaikan kepentingan rakyat.