news

Propam Rilis Foto 7 Anggota Brimob yang Diperiksa Terkait Tewasnya Driver Ojol Affan Kurniawan

Jumat, 29 Agustus 2025 | 20:19 WIB
7 Tampang Brimob Penambrak Driver Ojol di Pejompongan (Foto : instagram/divisipropampolri)

INSIBERNEWS - Kasus tewasnya driver ojek online, Affan Kurniawan, yang dilindas mobil taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis malam (28/8/2025), terus bergulir. Divisi Propam Polri kini merilis wajah tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang diduga terlibat dalam peristiwa tragis tersebut.

Dalam foto yang dirilis, ketujuh anggota Brimob tampak mengenakan pakaian hijau dan duduk berjejer di ruang pemeriksaan. Ekspresi wajah mereka terlihat tegang, seiring dengan proses pemeriksaan yang tengah berlangsung.

Kehadiran Komisioner Kompolnas, M. Choirul Anam, juga terpantau di ruangan itu, memberi kesan bahwa kasus ini mendapat atensi serius dari banyak pihak.

Baca Juga: Timnas Basket Pelajar Putri Tumbang dari Thailand, Gagal ke Final ASBC 2025

Meski sudah diperiksa, hingga saat ini status hukum tujuh anggota Brimob tersebut masih belum dipublikasikan. Polisi menyatakan, proses pemeriksaan masih berjalan dan membutuhkan waktu untuk memastikan siapa yang paling bertanggung jawab dalam insiden yang menewaskan Affan.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menegaskan bahwa seluruh anggotanya akan kooperatif menjalani pemeriksaan. Ia juga memastikan kasus ini kini ditangani di Mabes Polri.

Baca Juga: Makin Ricuh! Gedung Aset MPR di Bandung Dibakar Saat Demo Ojol

“Untuk proses penegakkan hukum saat ini, anggota kami sedang melaksanakan pemeriksaan di Mabes Polri,” kata Henik saat memberikan keterangan di Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).

Publik menyoroti kasus ini karena menilai tewasnya Affan sebagai bentuk kelalaian aparat dalam mengendalikan situasi. Kejadian itu bahkan sempat memicu kemarahan massa hingga berujung kericuhan di sejumlah titik.

Baca Juga: Puan Maharani Sampaikan Duka untuk Driver Ojol yang Tewas Tertabrak Rantis Brimob

Keluarga korban dan komunitas ojek online mendesak agar kasus ini tidak berhenti hanya di pemeriksaan internal. Mereka meminta proses hukum dilakukan secara transparan dan tuntas agar ada keadilan bagi Affan dan keluarganya.

Sementara itu, berbagai lembaga pengawas, termasuk Kompolnas, menegaskan akan terus memantau jalannya pemeriksaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kasus tersebut tidak ditutup-tutupi atau sekadar berakhir dengan sanksi internal.

Baca Juga: Tilang Elektronik untuk Truk ODOL Mulai Berlaku 2026, Pemerintah Siapkan Uji Coba

Peristiwa ini menjadi sorotan besar karena menyangkut nyawa warga sipil yang seharusnya dilindungi. Transparansi dalam penanganan kasus akan menjadi ujian bagi Polri dalam menjaga kepercayaan publik.

Tags

Terkini