INSIBERNEWS — Amerika Serikat mencatat kasus pertama parasit pemakan daging manusia.
Temuan ini diumumkan oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) setelah seorang warga Maryland yang baru kembali dari El Salvador terdeteksi terinfeksi New World Screwworm (NWS) atau ulat ulir dunia baru.
Kasus ini dikonfirmasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada 4 Agustus lalu.
Baca Juga: Rapat DPR Soal Royalti Lagu Memanas, Ahmad Dhani Sempat Diancam Diusir
Departemen Kesehatan Maryland memastikan pasien tersebut kini sudah pulih sepenuhnya.
Berdasarkan hasil investigasi, tidak ada indikasi penularan kepada manusia maupun hewan lain.
Meski demikian, pemerintah menegaskan kasus ini menjadi peringatan dini bagi sistem kesehatan Amerika Serikat.
Baca Juga: Bersihkan Diri Sebelum Dibersihkan! Prabowo Minta Pejabat Belajar dari Kasus Noel Tersangka Korupsi
Juru bicara HHS, Emily G. Hilliard, mengatakan kasus ini adalah yang pertama kali tercatat di AS akibat perjalanan dari wilayah terdampak wabah.
“Risiko terhadap kesehatan masyarakat dari kasus ini sangat rendah,” ujarnya, dikutip NBSnews, Kamis (28/8/2025).
Parasit NWS sendiri dikenal berbahaya karena larva lalat tersebut dapat menghancurkan ternak, satwa liar, hingga hewan peliharaan.
Baca Juga: Brad Pitt Jadi Produser Film 'The Voice of Hind Rajab', Angkat Tragedi Gaza ke Layar Lebar
Pada 1980-an dan 1990-an, wabah serupa pernah melanda Amerika Tengah dan hanya bisa diberantas dengan biaya sangat besar.
Kondisi ini kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan industri peternakan AS.
Menteri Pertanian, Brooke L. Rollins, bahkan telah mengumumkan rencana darurat pada 15 Agustus di Texas.
Baca Juga: Putusan PA Tigaraksa, Perceraian Andre Taulany dan Erin Batal Lagi
Strategi tersebut mencakup pelepasan miliaran lalat jantan steril di Texas Selatan dan Meksiko untuk menghentikan perkembangbiakan NWS.
Teknik ini pernah sukses pada 1960-an saat AS menghadapi wabah ulat sekrup.
Gubernur Texas, Greg Abbott, menekankan ancaman serius bagi industri pertanian negaranya.
Baca Juga: Fachri Albar Dituntut Rehabilitasi 6 Bulan, Jaksa Anggap Langkah Tepat
“Industri ini menopang 2 juta lapangan kerja dengan nilai ekonomi mencapai 867 miliar dolar AS. Semua ini bisa terancam karena ulat ini,” katanya.
Sebuah laporan Departemen Pertanian bahkan memperkirakan kerugian bisa mencapai 1,8 miliar dolar AS jika wabah meluas.
Ulat ulir (Cochliomyia hominivorax) merupakan parasit kecil namun berbahaya. Lalat betina dapat bertelur pada hewan berdarah panas, lalu menetas menjadi larva yang menggerogoti jaringan tubuh inangnya.
Baca Juga: Bang Si Hyuk Kena Teguran Serius, FTC Ungkap Kejanggalan dalam Dokumen Laporan HYBE
Infeksi pada manusia tergolong langka, tetapi bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Saat ini, NWS dilaporkan masih endemik di beberapa negara Amerika Tengah dan Karibia, termasuk Kuba, Haiti, dan Republik Dominika. Bulan lalu, Meksiko juga mencatat kasus baru di Veracruz, hanya 370 mil dari perbatasan Texas.
Situasi ini mendorong otoritas kesehatan AS memperketat perdagangan lintas batas hewan ternak guna mencegah masuknya parasit mematikan tersebut.
Baca Juga: Miris! Dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7 Persen!