INSIBERNEWS - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulawesi Selatan, berubah duka. Seorang pendaki bernama Irfan, asal Kabupaten Bone, ditemukan meninggal dunia saat ikut kegiatan lintas alam di gunung tersebut.
Korban diduga kuat mengalami hipotermia berat setelah berada di ketinggian dengan cuaca ekstrem. Irfan melakukan pendakian sejak 12 Agustus melalui jalur Bulu Barya bersama ribuan pendaki lain. Namun, nahas, ia ditemukan tak bernyawa oleh tim siaga merah putih pada Minggu, 17 Agustus 2025.
Baca Juga: Bakal Nikah Tahun Ini, Kim Jong-kook Siapkan Rumah Pengantin Seharga 72 Miliar
“Korban mengalami gejala hipotermia, kondisi tubuhnya tidak mampu lagi bertahan dengan suhu dingin di puncak,” ujar salah satu petugas lapangan. Saat ini, jenazah korban tengah dievakuasi tim Basarnas untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di Bone.
Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 34 pendaki lain juga mengalami masalah kesehatan, sebagian besar dengan gejala hipotermia. Untungnya, mereka sudah mendapat penanganan medis darurat di pos-pos pendakian yang telah disiapkan tim gabungan.
Baca Juga: Romantis! Rachquel Nesia dan Kevin Royano Resmi Menikah di Hari Kemerdekaan
Gunung Bawakaraeng memang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pendaki setiap momentum 17 Agustus. Tradisi upacara bendera di puncak gunung yang memiliki ketinggian 2.830 mdpl itu sudah berlangsung puluhan tahun, sehingga selalu menarik ribuan peserta dari berbagai daerah. Tahun ini, lebih dari 4.000 pendaki ikut serta.
Namun, besarnya jumlah pendaki dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat risiko semakin tinggi. Pihak Basarnas bersama relawan sudah mendirikan beberapa pos siaga sejak awal, namun tetap kewalahan menghadapi banyaknya pendaki yang jatuh sakit.
Baca Juga: BABYMONSTER Undur Jadwal Comeback, Alasan Chuseok dari Yang Hyunsuk Buat Netizen Heran
Kondisi cuaca ekstrem di malam hari dengan suhu yang bisa turun drastis sering menjadi tantangan utama. Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas, dan jika tidak segera ditangani bisa berakibat fatal, seperti yang dialami Irfan.
Meski tragedi ini terjadi, upacara pengibaran bendera merah putih di puncak Bawakaraeng tetap berlangsung. Ribuan pendaki tetap khidmat menyanyikan lagu kebangsaan, meski suasana haru menyelimuti perayaan kemerdekaan tahun ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pendakian gunung bukan hanya soal fisik dan semangat patriotisme, tapi juga soal kesiapan mental, peralatan, serta pemahaman terhadap risiko alam. Pihak berwenang pun mengimbau agar ke depan pendakian massal seperti ini lebih diatur dengan ketat, demi mencegah jatuhnya korban jiwa kembali.