news

Target Rilis Oktober-November 2025, Fadli Zon Pastikan Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Tanpa Intervensi

Senin, 11 Agustus 2025 | 12:15 WIB
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menyebut bahwa peluncuran hasil penulisan sejarah Indonesia ditargetkan pada Oktober atau November 2025. (Instagram/fadlizon)

INSIBERNEWS - Pemerintah menargetkan peluncuran hasil penulisan ulang sejarah Indonesia akan berlangsung pada bulan Oktober atau November 2025.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan, jadwal tersebut bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan dan rangkaian peringatan 80 tahun Indonesia merdeka.

"Tahun ini, mudah-mudahan kita harapkan pada bulan Oktober atau November hari pahlawan itu," ujar Fadli Zon kepada wartawan di Jakarta, Minggu 10 Agustus 2025.

Baca Juga: Jennie BLACKPINK Pakai Kaos Murah dengan Tulisan Nyeleneh, Langsung Sold Out!

"Tapi memang dalam rangka rangkaian 80 tahun Indonesia merdeka," imbunya.

Dijelaskan oleh Fadli, sebelum resmi diluncurkan, terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, termasuk proses reading dan penyempurnaan melalui seminar.

"Ada uji publik lalu sekarang ini sedang kita lakukan reading, mungkin ada dua sampai tiga kali lagi seminar untuk menjadikan buku ini semakin sempurna," ujarnya.

Baca Juga: Susilo Bambang Yudhoyono Pamer Bakat Seni, Lukis Pantai Klayar dengan Teknik Finger Painting

Uji publik tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di empat perguruan tinggi dan bersifat terbuka. Fadli menyebut, masukan yang diterima cukup beragam dan bermanfaat untuk memperkaya isi buku.

"Cukup banyak masukan yang menarik dan saya kira ini yang kita harapkan memang," tuturnya.

Diketahui bahwa penulisan ulang sejarah ini juga telah melibatkan 112 sejarawan yang mencakup periode pemerintahan Presiden pertama, Soekarno, sampai Presiden ke-7, Joko Widodo.

Baca Juga: Resmi Lantik Sejumlah Panglima Kodam hingga Komandan Brigade, Prabowo: Pemimpin Harus Beri Contoh!

Fadli menyebut bahwa penulisan ulang sejarah ini terdiri dari 10 jilid buku dengan total tebal 5.500 halaman. Ia juga menekankan bahwa tidak ada intervensi dalam proses penulisan ulang sejarah ini.

"Kemenbud menyerahkan sepenuhnya kepada sejarawan," pungkasnya.***

Tags

Terkini