INSIBERNEWS - Meta mengambil langkah tegas untuk melindungi penggunanya dari kejahatan digital. Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat itu mengumumkan telah menutup 6,8 juta akun WhatsApp yang terindikasi terlibat dalam berbagai modus penipuan, hanya dalam enam bulan pertama tahun 2025.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Meta melalui keterangan resmi yang dikutip dari AFP pada Rabu (6/8/2025).
Penutupan massal ini disebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam membersihkan platform dari aktivitas yang membahayakan pengguna.
Baca Juga: KPK Telusuri Dalang Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Siapa Pemberi Perintah?
Direktur Urusan Eksternal WhatsApp, Clair Deevy, menjelaskan bahwa tim internal WhatsApp bergerak cepat memblokir akun-akun tersebut bahkan sebelum sempat digunakan secara aktif oleh pelaku.
"Tim kami mengidentifikasi akun-akun tersebut dan menonaktifkannya sebelum organisasi kriminal pembuatnya dapat menggunakannya," ujar Clair.
Baca Juga: Pengguna QRIS Tembus 57 Juta, 39,9 Juta di Antaranya UMKM: Bukti Makin Melek Digital
Meta menyebut, sebagian besar akun penipuan ini dijalankan oleh sindikat terorganisir yang beroperasi lintas negara. Modusnya pun beragam, mulai dari investasi mata uang kripto palsu, penipuan arisan online, hingga skema piramida dengan janji manis ‘cepat kaya’.
Lewat unggahan di blog resmi WhatsApp, perusahaan memperingatkan bahwa penawaran yang mengharuskan korban membayar di muka demi mendapatkan keuntungan tinggi harus selalu dicurigai.
Baca Juga: Nikita Mirzani Resmi Laporkan Dugaan Suap Reza Gladys ke KPK, Bawa Bukti Rekaman Suara
"Selalu ada jebakan, dan ini seharusnya menjadi tanda bahaya bagi semua orang: jangan percaya jika diminta membayar di awal demi imbal hasil yang dijanjikan," tulis WhatsApp dalam pernyataannya.
Selain menutup jutaan akun, WhatsApp juga memperkuat sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi pola interaksi mencurigakan.
Teknologi ini memungkinkan WhatsApp mengenali pesan spam, tautan berbahaya, hingga permintaan transfer uang yang terindikasi penipuan, hanya dalam hitungan detik.
Baca Juga: Bupati Kolaka Timur Terseret Suap Proyek RSUD, Warga Kecewa Janji Layanan Kesehatan Dikhianati