news

Pengusaha Sound Horeg Resmi Ganti Nama Jadi Sound Karnaval Indonesia, Ini Alasannya

Kamis, 31 Juli 2025 | 20:40 WIB
Karnaval Sound Horeg di Malang (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Istilah “Sound Horeg” yang belakangan ramai diperdebatkan kini resmi diganti. Sejumlah pengusaha sound system sepakat untuk menggunakan nama baru, yaitu “Sound Karnaval Indonesia”.

Pergantian nama ini diumumkan saat perayaan ulang tahun ke-6 komunitas sound horeg, Team Sotok, yang digelar di Lapangan Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Senin (29/7/2025).

Baca Juga: Ari Lasso Tampil Mesra dengan Pacar Baru di Resepsi Luna Maya dan Maxime Bouttier, Siapa Itu?

Ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu sekaligus pemilik usaha sound system Blizzard, David Stevan, menjelaskan bahwa perubahan nama dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman yang selama ini muncul di masyarakat.

“Tidak lagi menggunakan nama sound horeg. Sudah ikrar agar namanya Sound Karnaval Indonesia,” kata David saat dikonfirmasi, Kamis (31/7/2025).

Ia menambahkan, nama baru ini diharapkan bisa memberi citra positif dan lebih merepresentasikan fungsi sound tersebut sebagai hiburan masyarakat di berbagai acara karnaval dan festival.

Baca Juga: PPATK Bekukan 140 Ribu Rekening Nganggur Senilai Rp428 Miliar, Potensi Celah Pencucian Uang

“Kita ganti yang horeg itu menjadi Sound Karnaval Indonesia. Kemudian untuk suaranya nanti tergantung peraturan nanti bagaimana,” lanjutnya.

Fenomena “sound horeg” sendiri sempat menuai pro dan kontra di publik. Sebagian menganggapnya meriah dan menjadi bagian dari budaya hiburan lokal, sementara yang lain mengkritik soal kebisingan dan gangguan yang ditimbulkan.

Baca Juga: Melalui Transformasi BRI Perkuat Fundamental Bisnis, Berhasil Cetak Laba Rp 26,53 Triliun

Dengan nama baru ini, para pengusaha berharap bisa lebih diterima masyarakat luas. Selain itu, mereka juga berencana menyesuaikan teknis penggunaan sound system agar tetap mematuhi peraturan yang berlaku.

Langkah ini menjadi tanda bahwa industri sound system di daerah berusaha beradaptasi, bukan hanya demi kelangsungan usaha, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.***

Tags

Terkini