AS pertama kali bergabung dengan UNESCO pada tahun 1945, sebagai bagian dari komitmen pasca-Perang Dunia II untuk membangun perdamaian melalui pendidikan dan kebudayaan.
Namun, hubungan mereka tak selalu harmonis, terutama ketika kebijakan organisasi dianggap bertentangan dengan arah politik luar negeri AS.
Baca Juga: Diprotes Netizen Karena Tak Sesuai Pakem, Luna Maya Minta Maaf soal Riasan Paes di Momen Akadnya
Kini, dengan keputusan mundur untuk ketiga kalinya, banyak pihak mempertanyakan komitmen jangka panjang AS dalam forum multilateral yang berfokus pada kerja sama lintas budaya dan pendidikan.
Beberapa negara anggota menilai, ketidakhadiran AS bisa melemahkan pengaruh UNESCO secara global, terutama dalam hal pendanaan dan diplomasi budaya.