AS Putuskan Cabut Lagi dari UNESCO, Gara-Gara Isu Palestina dan Israel

Photo Author
- Kamis, 24 Juli 2025 | 09:59 WIB
Donald Trump - Presiden Terpilih Amerika Serikat  (foto: Istimewa)
Donald Trump - Presiden Terpilih Amerika Serikat (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Amerika Serikat kembali membuat keputusan kontroversial dengan menarik diri dari keanggotaan di Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Padahal, negeri Paman Sam itu baru saja bergabung kembali dua tahun lalu, setelah sempat absen sejak era Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Instagram Tambah Fitur Keamanan buat Akun Orang Tua dan Kreator Anak: Kiriman dan DM Kini Lebih Dilindungi

Kementerian Luar Negeri AS menyampaikan bahwa keputusan ini diambil karena adanya ketidakcocokan pandangan, terutama terkait posisi UNESCO dalam konflik panjang antara Palestina dan Israel. Washington menilai arah kebijakan lembaga itu semakin memicu perpecahan, alih-alih membangun perdamaian.

"Keputusan UNESCO untuk mengakui Negara Palestina sebagai anggota penuh bertentangan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat," demikian bunyi pernyataan resmi dari Departemen Luar Negeri AS, yang dikutip dari media China, Xinhua, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Baca Juga: Warga Malang Diimbau Mengungsi Saat Karnaval Sound Horeg, Pemdes: Demi Kenyamanan Bersama

Dalam pernyataan tersebut juga disinggung bahwa pengakuan terhadap Palestina dianggap mendorong retorika anti-Israel di lingkungan internal organisasi.

Menurut AS, hal ini justru memperkeruh situasi geopolitik dan menjauhkan UNESCO dari semangat netralitas yang seharusnya dijunjung.

Langkah keluar ini akan berlaku efektif pada akhir Desember 2026, memberikan waktu sekitar satu setengah tahun bagi UNESCO dan anggota lain untuk menyesuaikan dampaknya. Meski begitu, keputusan AS ini sontak memicu berbagai tanggapan dari komunitas internasional.

Baca Juga: Bukan Hanya Dj Panda, Nathalie Holscher Juga Kena Cancel Jobs

UNESCO sendiri menyatakan penyesalan atas keputusan Washington tersebut. Namun, mereka mengaku tidak terlalu terkejut, mengingat dinamika hubungan AS dan lembaga itu memang kerap naik turun sejak dulu.

Dalam beberapa dekade terakhir, AS sudah dua kali keluar dari UNESCO—pertama pada 1984 dan kedua kali pada 2018.

Baca Juga: Baru Diluncurkan Prabowo, Ini Link Download Logo HUT RI ke-80

Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, sebelumnya sudah berupaya memulihkan hubungan dengan Amerika Serikat, termasuk dengan melakukan reformasi internal dan memperbaiki komunikasi soal isu sensitif seperti Palestina. Namun, upaya itu tampaknya belum cukup untuk membalikkan pandangan Washington.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X