Di sisi lain, perlu diingat bahwa Pemilu 2016 sendiri sudah pernah diselidiki oleh berbagai lembaga intelijen AS, termasuk CIA dan FBI.
Mereka memang menemukan adanya campur tangan dari Rusia, namun hingga kini tidak ada bukti sahih yang mengarah pada keterlibatan langsung Presiden Obama dalam operasi tersebut.
Baca Juga: Ozzy Osbourne Wafat di Usia 76 Tahun, Dunia Musik Heavy Metal Berduka
Meski belum ada tanggapan resmi dari pihak Obama atas tuduhan terbaru ini, banyak pihak menilai pernyataan Trump bisa memperkeruh situasi politik dalam negeri.
Pengamat menilai, langkah Trump untuk kembali mengangkat isu lama bisa menjadi bagian dari upaya membentuk narasi bahwa dirinya adalah korban sistem, sambil terus mempertanyakan legitimasi lawan-lawannya.