news

Trump Minta Obama Ditangkap, Tuduh Jadi Dalang Kecurangan Pemilu 2016

Rabu, 23 Juli 2025 | 14:20 WIB
Presiden Amerika Serikat - Donald Trump (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memantik kontroversi setelah secara terbuka meminta agar Barack Obama ditangkap.

Pernyataan itu ia lontarkan saat berbicara di Gedung Putih pada Selasa (22/7) waktu setempat, terkait dugaan kecurangan dalam Pemilu AS tahun 2016 yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan panas.

Baca Juga: Jokowi Diperiksa Lagi Soal Dugaan Ijazah Palsu, Bawa Langsung Bukti Asli ke Mapolresta Surakarta

Dengan nada tinggi, Trump menuding Obama sebagai otak dari konspirasi besar yang bertujuan menggagalkan pencalonannya saat itu. Ia bahkan menyebut mantan Presiden AS ke-44 itu sebagai “pemimpin geng” dan menuduhnya telah melakukan pengkhianatan terhadap bangsa.

“Pemimpin geng itu adalah Presiden Obama, Barack Hussein Obama,” ujar Trump, dikutip dari Al-Jazeera.

“Dia bersalah. Ini pengkhianatan. Mereka mencoba mencuri pemilu, mengaburkan hasil, dan melakukan hal-hal yang bahkan tak terpikirkan dilakukan oleh negara lain,” sambungnya.

Baca Juga: Gubernur Pramono Klaim Jakarta Lebih Baik dari New York Soal Macet: Dulu Langganan 10 Besar, Sekarang Nomor 90

Trump mengklaim, tuduhan ini tak lagi sekadar opini pribadi. Ia mengutip laporan terbaru dari Direktur Intelijen Nasional, Tulsi Gabbard, yang disebut memuat bukti dugaan bahwa pemerintahan Obama saat itu melakukan manuver untuk melemahkan citra dan kampanye Trump. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut, jika terbukti, harus mendapat konsekuensi berat.

“Mereka mencoba memanipulasi pemilu, dan mereka tertangkap. Konsekuensinya harus berat. Ini seperti kudeta,” ucap Trump.

“Buktinya tak terbantahkan. Obama memimpin konspirasi. Obama yang menggerakkan semuanya,” tambahnya dengan nada tegas.

Baca Juga: DBD Masih Mengancam Jawa Tengah, 6.226 Kasus Tercatat hingga Akhir Juni 2025

Pernyataan Trump ini tentu saja kembali memicu diskusi dan kecaman. Ia dikenal sering melontarkan klaim-klaim besar tanpa bukti konkret, termasuk saat menolak hasil Pemilu 2020 yang dimenangkan oleh Joe Biden.

Bahkan, banyak kalangan menilai pernyataannya kali ini sebagai bagian dari strategi politik untuk membakar semangat para pendukungnya menjelang Pilpres 2028.

Baca Juga: Zombie Menyebar ke Seoul! ‘All of Us Are Dead 2’ Mulai Syuting, Ini Dia Deretan Pemain Baru

Halaman:

Tags

Terkini