INSIBERNEWS - Asosiasi pengemudi ojek online, Garda Indonesia, kembali akan menggelar aksi demonstrasi hari ini, Senin (21/7/2025).
Aksi ini merupakan bentuk penegasan sikap para pengemudi terhadap sejumlah tuntutan yang selama ini dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun perusahaan aplikator.
Baca Juga: Berkat Surat Raja Charles, Prabowo Hibahkan 90.000 Hektare Lahan untuk Rumah Gajah di Aceh
Salah satu tuntutan utama yang mereka suarakan adalah permintaan agar potongan komisi dari pendapatan mitra pengemudi diturunkan menjadi maksimal 10 persen. Saat ini, besaran potongan komisi dari tiap aplikasi ojol bervariasi, bahkan ada yang mencapai 20 persen atau lebih.
Bagi para pengemudi, potongan sebesar itu dinilai sangat memberatkan, terutama di tengah tingginya biaya hidup dan operasional kendaraan.
Baca Juga: Dengan Pemberdayaan dan Layanan AgenBRILink, BRI Dorong Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih
Ketua Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menyatakan bahwa sistem pembagian hasil antara aplikator dan mitra sudah tidak lagi berpihak pada kesejahteraan pengemudi. Ia menilai, selama ini para mitra hanya dijadikan objek pasar tanpa perlindungan yang layak, padahal mereka adalah ujung tombak layanan.
“Kalau pemerintah tidak turun tangan, kami khawatir ini akan terus jadi beban struktural yang menindas mitra,” ujar Igun.
Menanggapi isu ini, ekonom senior Wijayanto Samirin menyampaikan pandangan berbeda. Menurutnya, besaran potongan komisi sebaiknya tetap diserahkan pada dinamika dan mekanisme pasar.
Pemerintah, kata dia, cukup berperan dalam hal pengawasan, terutama yang berkaitan dengan perlindungan konsumen dan keselamatan dalam layanan transportasi online.
Baca Juga: Wawancara ALLDAY PROJECT Jadi Sorotan, Annie Disindir Kim Eana karena Status Anak Konglomerat?
“Dalam dunia pasar yang kompetitif, semestinya ada perbedaan produk. Aplikator bisa pilih apakah mau pakai model komisi tinggi dengan fitur lebih banyak, atau komisi rendah dengan layanan minimal,” kata Wijayanto saat berbicara di kanal YouTube milik ekonom Awalil Rizki.
Baca Juga: Bukan Cuma Erika Carlina, Deddy Corbuzier Ungkap Ada Korban Lain Hamil Duluan, Pelakunya Sama