news

7 Polisi di Nunukan Ditangkap karena Narkoba, Termasuk Pejabat Penting! Ini Kata Kapolri

Jumat, 11 Juli 2025 | 10:30 WIB
Kapolri Listyo Sigit ingin yakinkan masyarakat bahwa kepolisian tidak abaikan kasus sebelum viral (Instagram @listyosigitprabowo)

INSIBERNEWS - Kasus memalukan kembali mencoreng institusi kepolisian. Kali ini, tujuh anggota polisi di Nunukan, Kalimantan Utara, ditangkap terkait dugaan keterlibatan dalam kasus narkoba.

Salah satu nama yang bikin publik geleng-geleng adalah Kasat Reserse Narkoba Polres Nunukan, Iptu SH.

Penangkapan dilakukan oleh tim Bareskrim Polri pada Rabu (9/7), tepatnya di wilayah Aji Kuning, Pulau Sebatik.

Sementara itu, identitas enam anggota polisi lainnya belum dibuka ke publik. Namun yang pasti, kasus ini sudah bikin geger, apalagi melihat jabatan strategis salah satu terduga pelaku.

 Baca Juga: Kasat Narkoba Nunukan dan Tiga Anggota Polisi Diciduk, Diduga Selundupkan Sabu di Perbatasan

Menanggapi kabar ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung buka suara. Di hadapan awak media di Jakarta Pusat, Kamis (11/7), ia menyatakan sikap yang sangat jelas dan tak berubah: siapa pun anggota Polri yang melanggar, pasti ditindak tegas.

“Dari dulu kita konsisten. Kalau terbukti melanggar, ya diproses, dipecat, dan dipidanakan,” ujarnya.

Tak ada toleransi, tak ada pandang bulu. Baik anggota biasa maupun perwira, hukum harus ditegakkan.

Tak hanya soal narkoba, Kapolri juga menyinggung kasus tragis di NTB yang melibatkan Brigadir Muhammad Nurhadi.

Polisi muda itu diduga tewas dibunuh dua atasannya saat pesta di vila di Gili Trawangan, Lombok, 16 April lalu. Kompol I Made Yogi Putusan Utama dan Ipda Haris Candra telah ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang perempuan bernama Misri.

 Baca Juga: Meski Satgas Dibubarkan, Kapolri Tegaskan Pemberantasan Pungli dan Korupsi Terus Berjalan

Kapolri memastikan, prinsip penegakan hukum juga berlaku pada kasus ini. Bila terbukti bersalah, para pelaku akan diproses hukum secara menyeluruh.

Dengan sederet kasus yang mencuat belakangan ini, Kapolri ingin memastikan satu hal: bahwa kepercayaan publik terhadap Polri tak bisa dibangun dengan janji kosong, tapi dengan tindakan nyata. Institusi penegak hukum tak boleh jadi tempat berlindung bagi pelanggar hukum.

 Baca Juga: Hasto Klaim Dikriminalisasi karena Tolak Timnas Israel, Tegaskan Tak Akan Mundur

Tags

Terkini