news

Gulung Tikar Setelah 30 Tahun, PT Sanken Indonesia PHK Massal Karyawan Per 1 Juli

Sabtu, 5 Juli 2025 | 18:22 WIB
Pt. Sanken Indonesia resmi PHK karyawan Juli ini (Istimewa)

 

INSIBERNEWS – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantam sektor industri nasional.

Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia ratusan buruh kembali kehilangan pekerjaan.

Kali ini, PT Sanken Indonesia, produsen elektronik rumah tangga asal Jepang, resmi menghentikan operasionalnya dan mem-PHK sebanyak 451 karyawan, terdiri dari 447 pekerja tetap (PKWTT) dan 4 pekerja kontrak (PKWT).

Baca Juga: PT Shankara Akuisisi Saham Jagonya Ayam: Strategi Baru Keluarga Haji Isam

PT Sanken Indonesia adalah anak perusahaan dari Sanken Electric Co., Ltd., sebuah perusahaan elektronik asal Jepang yang berdiri sejak tahun 1946 dan berkantor pusat di Tokyo.

Sanken dikenal secara global sebagai produsen peralatan elektronik dan komponen elektronik untuk rumah tangga dan industri.

PT Sanken Indonesia didirikan pada awal tahun 1990-an dan telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun di Indonesia.

Baca Juga: Isu Limbah Radioaktif di Laut Kuning: Pemerintah Korea Selatan Pastikan Level Radiasi Masih Normal

Kantor dan pabrik utamanya terletak di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang merupakan kawasan industri strategis dekat Jakarta.

Surat pemberitahuan PHK itu dikeluarkan pada 8 April 2025 dan mulai berlaku efektif per 1 Juli 2025.

“Segala upaya sudah dilakukan oleh PT Sanken, termasuk mencari investor untuk menjual perusahaan. Namun, tidak berhasil, sehingga diputuskan untuk menutup operasional,” ujar Nur Hidayah, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Ungkap Kecewa, Tom Lembong Nilai Kejagung Tak Profesional Usai Dituntut 7 Tahun Penjara

PT. Sanken Bukan Kasus Tunggal

PHK massal PT Sanken bukanlah kasus tunggal. Sejak awal 2025, sejumlah perusahaan di sektor manufaktur, tekstil, dan elektronik di kawasan Bekasi, Karawang, dan Purwakarta tercatat melakukan efisiensi tenaga kerja.

Data Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat mencatat lebih dari 12.000 pekerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Juni 2025 di wilayah tersebut.

Situasi ini terjadi di tengah perlambatan ekonomi nasional yang masih dipengaruhi oleh tekanan global, fluktuasi nilai tukar, serta naiknya biaya energi dan logistik.

Baca Juga: Dua Generasi, Dua Gaya: JY Park dan Karina aespa Rebut Sorotan di Waterbomb Festival Seoul 2025

Inflasi Indonesia per Juni 2025 tercatat mencapai 4,2% secara tahunan (YoY), sementara pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 hanya menyentuh angka 4,5%, lebih rendah dibandingkan target tahunan pemerintah sebesar 5,1%.

Efek Domino Pada Ketahanan Sosial

Bekasi, sebagai jantung kawasan industri nasional, terkena dampak paling nyata. Ribuan pekerja kini menghadapi ketidakpastian ekonomi, terutama karena sebagian besar dari mereka adalah tulang punggung keluarga dengan penghasilan utama dari gaji pabrik.

Efek domino PHK ini juga menyasar sektor informal seperti pedagang kecil, warung makan, dan ojek online yang kehilangan pelanggan tetap dari kalangan buruh.

Baca Juga: Klarifikasi Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Satu Rupiah pun Tak Ada dari Uang Negara

Pemerintah Coba Berikan Solusi?

Meski situasi ini terlihat suram, sejumlah sektor di Indonesia justru menunjukkan potensi penciptaan lapangan kerja baru. Sektor ekonomi digital dan energi terbarukan menjadi harapan baru dalam serapan tenaga kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat bahwa hingga pertengahan 2025, lebih dari 250.000 lowongan kerja tercipta di sektor teknologi, logistik digital, dan green economy.


Selain itu, pemerintah juga telah meluncurkan program “Indonesia Kompeten 2025”, yang bertujuan memberikan pelatihan ulang (reskilling) kepada 500.000 pekerja terdampak PHK, terutama di kawasan industri besar seperti Bekasi dan Batam.

Baca Juga: Demi Investasi AI, Microsoft Lakukan Efisiensi Besar dengan PHK 9,000 Karyawan!

Tags

Terkini