INSIBERNEWS — Tawuran antarkelompok remaja kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda berinisial FF, berusia 22 tahun, meregang nyawa setelah menjadi korban kekerasan dalam bentrok antar geng yang terjadi di Jalan Raya Kodau, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Rabu dini hari, 25 Juni 2025.
Peristiwa ini bermula dari aksi saling ejek dan adu gengsi yang ramai beredar di media sosial. Dua kelompok yang disebut berasal dari wilayah Pondok Gede dan Jatiasih, yakni geng Serigala dan Rawabogo, akhirnya sepakat untuk menyelesaikan perselisihan mereka secara brutal di jalanan, tepatnya sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca Juga: Prabowo Wujudkan Mimpi Kesehatan Kelas Dunia untuk Semua Kalangan di KEK Sanur
“Awalnya mereka saling tantang lewat media sosial, lalu janjian untuk ketemu dan tawuran di lokasi tersebut,” ujar Kapolsek Jatiasih, AKP Marganda Siahaan saat dikonfirmasi awak media.
Begitu kelompok dari Jatiasih tiba di tempat yang disepakati, mereka langsung disambut dengan kekerasan oleh geng Serigala dari Pondok Gede.
Bentrok pun pecah. FF, yang berada di pihak Jatiasih, menjadi korban dari serangan brutal yang menggunakan senjata tajam. Ia mengalami luka bacok parah di bagian perut, kening kanan, serta lengan kiri.
Nyawa FF tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Jasad korban langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat. Tiga remaja yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut berhasil diamankan dan kini sedang menjalani pemeriksaan mendalam. Polisi memastikan bahwa upaya pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan.
Baca Juga: Resmikan KEK Kesehatan Pertama dalam Sejarah RI, Prabowo: Saya Bangga dengan yang Indonesia Miliki
“Saat ini sudah ada tiga orang yang kami amankan. Kami juga masih mendalami peran mereka masing-masing dan memburu pelaku lain yang identitasnya sudah kami kantongi,” ungkap Marganda.
Kematian FF menambah daftar panjang korban jiwa akibat tawuran remaja yang dipicu oleh hal-hal sepele di dunia maya. Kepolisian mengingatkan agar para orang tua dan tokoh masyarakat lebih aktif mengawasi lingkungan sosial anak-anak dan remaja. Aksi preventif dan patroli di titik rawan akan ditingkatkan untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya dalam konflik serupa.