news

Kenapa Juliana Marins Tidak Langsung Diselamatkan Menggunakan Helicopter Rescue, Begini Penjelasan Gerry Soejatman

Rabu, 25 Juni 2025 | 20:17 WIB
Kenapa Juliana Marins tidak diselamatkan menggunakan helikopter? Ini penjelasannya. (Foto istimewa)

INSIBERNEWS - Kejadian terkait jatuhnya Juliana Marins (26) turis asal Brasil di gunung Rinjani telah menjadi perhatian publik.

Kejadian ini bukan hanya menjadi perhatian warganet Indonesia, bahkan netizen asal Brasil juga ikut menyoroti kejadian tersebut.

Sebagai informasi, saat ini perempuan 26 tahun itu telah ditemukan keberadaanya oleh tim SAR gabungan di bawah 600 meter jurang Rinjani dalam keadaan tak bernyawa setelah 5 hari terjatuh.

Baca Juga: Berkolaborasi dengan RDIF Russia, Danantara Siap Luncurkan Platform Investasi Senilai Rp37,6 Triliun!

Terkait kejadian ini banyak publik yang menyoroti kurang sigapnya tim penyelamat dalam mengevaluasi Juliana.

Sejumlah publik mengatakan bahwa peralatan yang digunakan tim penyelamat kurang memadai sehingga misi penyelamatan pun sangat disayangkan.

Bahkan baik warganet Indonesia maupun Brasil banyak yang meminta tim penyelamat untuk menggunakan helikopter dalam menyelamatkan Juliana.

Baca Juga: Comeback Pertama Dengan Formasi Baru, Fromis 9 Rilis Lagu Like You Better!

Lantas kenapa tim penyelamat tidak menggunakan Helikopter dalam mencari Juliana. Pengamat penerbangan Gerry Soejatman memberikan penjelasan soal mengapa helikopter tidak digunakan untuk mencari Juliana yang terjatuh di jurang dengan kedalaman 600 meter.

Dalam akun twitternya Gerry menerangkan bahwa tidak semua helikopter penyelamatan bisa digunakan dimana saja.

"Tidak semua helicopter rescue itu se-ideal seperti di film-film," tulis Gerry sebagaimana dikutip INSIBERNEWS 25/6/2025.

Baca Juga: Juliana Marins Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Tak Bernyawa, Pertolongan Tim SAR Dikritik Publik

"Ya memang BASARNAS punya helicopter untuk rescue operations... cuman,"

Gerry menjelaskan alasan kenapa helikopter tidak digunakan karena lokasi kejadian berada di ketinggian 10.000 kaki dimana korban di lereng ke 9400ft.

Selain itu kondisi cuaca di tempat kejadian juga medan curam dan berkabut.

Baca Juga: 3 Skin Cantik Hero Mobile Legend! Simak Cara Mendapatkannya

"Mau terbang mountain rescue benar-benar tergantung dengan cuaca dan KEMAMPUAN HELICOPTERnya," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa helikopter yang dioperasikan oleh BASARNAS merupakan AW139 dan AS365.

"Untuk helicopter AW139, ketinggian maksimum untuk hover OGE adalah 8130 kaki diatas permukaan laut. Untuk AS365, hover OGE maksimum bisa dilakukan di 3740ft. Jadi disini bisa kelihatan, heli BASARNAS tidak akan bisa melakukan hoisting rescue korban, mau cuacanya bagus sekalipun,"

Baca Juga: Mengemudi Dibawah Pengaruh Obat, Komedian Senior Lee Kyung Kyu Meminta Maaf

"Kok, ujung2nya di evakuasi pake helicopter dari Sembalun? Iya lah, Sembalun ketinggiannya cuman 3000ft... apalagi pake Bell 206L4 sipil yang hover OGEnya bisa sampai 6500ft... Cuman tetep, gak bisa rescue di lerengnya pakai heli ini juga," terang Gerry Soejatman.***

Tags

Terkini