INSIBERNEWS - Di tengah euforia pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Israel yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, muncul bantahan dari pihak Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan tegas menyatakan bahwa belum ada kesepakatan resmi antara negaranya dan Israel soal penghentian operasi militer.
Baca Juga: Pasha Ungu Tak Terima Kiesha Alvaro Digampar Dimas Anggara, Ia Langsung Cari Dimas di Instagram
Dalam pernyataannya di media sosial X, Araghchi menekankan bahwa Iran tidak akan berhenti menyerang selama Israel masih melanjutkan agresinya.
“Seperti yang telah berulang kali kami tegaskan: Israel yang memulai perang terhadap Iran, bukan sebaliknya,” tulis Araghchi.
Baca Juga: Trump Minta Bantuan Qatar Rayu Iran Setujui Gencatan Senjata Usai Serangan Balasan
Ia juga menyebut bahwa sejauh ini belum ada dokumen atau persetujuan apapun yang mengikat terkait gencatan senjata. Namun, Araghchi membuka peluang penghentian serangan jika Israel menunjukkan itikad baik terlebih dahulu.
“Jika Israel menghentikan serangan sebelum pukul 04.00 waktu Iran, maka kami akan menahan diri dan tidak melanjutkan operasi,” ujarnya.
Baca Juga: Geger! Penemuan Mayat Perempuan di Sawah Tuban, Kepala Terbenam Lumpur
Meski begitu, ia menambahkan bahwa keputusan akhir tetap akan dibuat kemudian, setelah mencermati sikap dan tindakan Israel di lapangan.
“Keputusan akhir tentang penghentian operasi militer kami akan dibuat kemudian,” tegasnya.
Baca Juga: Ibu Muda Dilecehkan Oknum Dokter di RSUD Cabangbungin, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Pernyataan ini jelas berbeda dengan kabar yang sebelumnya beredar dari sumber-sumber diplomatik, termasuk laporan kantor berita Reuters yang menyebut Iran telah setuju dengan usulan gencatan senjata yang difasilitasi oleh Presiden Trump melalui bantuan diplomasi Qatar.
Baca Juga: Meski Sempat Buat Kontroversi, Girl Group Besutan P Nation X Soyeon G-Idle Akhirnya Debut!