news

Lagi Khusyuk Ibadah, Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja Ortodoks Elias Suriah, 22 Orang Tewas

Senin, 23 Juni 2025 | 16:17 WIB
Ilustrasi bom (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Minggu (22/6) menjadi hari kelam bagi komunitas Kristen di Damaskus, Suriah, ketika ledakan mengerikan mengguncang Gereja Ortodoks Yunani Mar Elias di kawasan Dweila.

Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan rompi peledaknya di tengah jemaat yang sedang beribadah, merenggut nyawa 22 orang dan melukai puluhan lainnya.

Serangan ini menjadi luka baru bagi Suriah, yang masih berjuang menata diri pasca-runtuhnya rezim Bashar al-Assad akhir tahun lalu, sekaligus menandai aksi bom bunuh diri pertama di ibu kota sejak pergantian kekuasaan.

Baca Juga: Modus Makan Bergizi Gratis, Warga Nganjuk Sikat Data Pribadi untuk Bikin Ratusan Akun Shopee

Kementerian Dalam Negeri Suriah mengungkap bahwa pelaku adalah anggota kelompok teroris Islamic State (ISIS). Menyamar sebagai warga biasa, ia menyelinap ke gereja, melepaskan beberapa tembakan ke udara, sebelum akhirnya memicu ledakan yang menghancurkan.

“Pelaku tidak bekerja sendirian. Ada satu orang lain yang diduga membantu merencanakan serangan ini,” kata seorang sumber keamanan kepada media lokal. Penyelidikan kini tengah dilakukan untuk mengungkap jaringan di balik aksi keji tersebut.

Baca Juga: Polemik Skandal Chromebook, Nadiem Makarim Diperiksa Kejagung Hari Ini

Adegan pasca-ledakan sungguh memilukan. Rekaman dari tim penyelamat White Helmets memperlihatkan lantai gereja dipenuhi darah, bangku-bangku kayu hancur berantakan, dan dinding bata yang retak parah. Tangisan para penyintas bergema, bercampur dengan kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan korban.

“Saya hanya mendengar ledakan keras, lalu semuanya gelap. Teman saya di samping tak lagi bernapas,” ujar seorang jemaat yang selamat, masih terguncang saat diwawancarai televisi lokal.

Baca Juga: Alami Luka Parah, Suami Inul Daratista Masuk IGD hingga Operasi Gegara Masuk Kolam

Data dari Kementerian Kesehatan Suriah menyebutkan bahwa 62 orang mengalami luka, dengan sejumlah korban dalam kondisi kritis. Rumah sakit di Damaskus kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa para pasien.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah transisi memberlakukan status siaga di sejumlah tempat ibadah, khawatir serangan serupa bakal terjadi.

“Kami tidak ingin ini terulang. Keamanan rumah ibadah kini diperketat,” ujar seorang pejabat keamanan setempat.

Baca Juga: Fokus pada Tata Kelola yang Solid, Telkom Perkuat Posisi sebagai Penggerak Ekosistem Digital yang Berdaya Saing Global

Halaman:

Tags

Terkini