“Kalau kami loloskan satu botol air zamzam saja, dikhawatirkan mereka akan bilang kepada jemaah lainnya bahwa tidak apa-apa membawa zamzam, padahal ini berisiko terhadap penerbangan,” terangnya.
Petugas pengawas pembongkaran dari Saudi Airlines, Mohammad Faiza, mengatakan pada saat pembongkaran pernah dijumpai setengah koper isinya air zamzam semua.
“Pesawat bisa saja delay untuk menunggu proses pembongkaran, bahkan pernah ada Koper yang ditinggal karena jadwal penerbangan sudah berjalan,” ujar Faiz.
Baca Juga: Melalui Beasiswa, Prabowo Ungkap Ingin Tingkatkan Jumlah Anak Muda Indonesia yang Belajar di Rusia
Meski akhirnya koper tersebut diterbangkan ke Indonesia di Kloter berikutnya. Persoalan air zamzam ini akan diselesaikan dengan pembagian dari petugas, di mana masing-masing jemaah akan mendapatkan 5 liter.
“Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah di embarkasi di Indonesia,” ujar Wakil Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdillah di Madinah, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Sabtu, 14 Juni 2025 lalu.