INSIBERNEWS - Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto, terkait hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel belakangan ini menuai perhatian hangat publik.
Sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel jika Israel telah mengakui kemerdekaan Palestina.***
Menyoroti hal itu, Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengingatkan Prabowo agar tidak tergesa-gesa membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Pemilik dan Kepala Teknik Sebagai Tersangka atas Kejadian Longsor di Gunung Kuda
Ditekankan oleh Djarot, bahwa pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel sebaiknya menunggu hingga Palestina benar-benar merdeka dari penjajahan.
Sejalan dengan amanat dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.
"Jangan terlalu buru-buru, ya (membuka hubungan diplomatik dengan Israel)," ucap Djarot kepada wartawan, Minggu (1/6/2025).
Baca Juga: Harley-Davidson Masuk MotoGP 2026, Siap Guncang Dunia Balap Lewat Bagger Series
Sebab kemerdekaan bagi Palestina harus menjadi syarat utama sebelum Indonesia mempertimbangkan menjalin hubungan resmi dengan Israel.
"Kita menginginkan bahwa Palestina harus merdeka," ujarnya.
Djarot menilai bahwa membuka hubungan dengan Israel saat Palestina belum merdeka sama saja melanggar konstitusi negara.
Baca Juga: Pesan Prabowo di Hari Lahir Pancasila: Para Pejabat Jangan Anggap Negara Ini Bisa Ditipu!
"Sehingga kalau kita menjadikan hubungan diplomatik nanti dulu, sepanjang masih Palestina menjadi bangsa terjajah. Tidak bisa. Karena itu bertentangan dengan UUD," jelas Djarot.***