news

PBB: Satu-Satunya Tempat di Dunia di Mana Semua Orang Terancam Tak Makan itu Adalah GAZA

Sabtu, 31 Mei 2025 | 11:20 WIB
Krisis Gaza Memuncak: Kekurangan Obat dan Bahan Pokok Kian Parah (Photo : Abdel Kareem Hana/AP)

INSIBERNEWS - Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza makin hari makin memprihatinkan. Setelah berbulan-bulan dihantam konflik tanpa henti, wilayah ini kini berada di ambang krisis kelaparan total.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyebut Gaza sebagai “wilayah paling lapar di dunia”, di mana setiap warganya hidup dalam bayang-bayang kelaparan.

Baca Juga: Diduga Santri di Pesantren Gus Miftah Asal Kalimantan Dianiaya Oleh 13 Pengurus Ponpes

Krisis ini memburuk sejak serangan militer Israel kembali digencarkan pada Maret 2025, usai jeda enam minggu gencatan senjata.

Dampaknya sangat nyata: bantuan kemanusiaan sulit masuk, bahan makanan langka, air bersih tak tersedia, dan fasilitas kesehatan tak mampu menampung jumlah korban yang terus berdatangan. Ribuan keluarga terjebak di reruntuhan, tanpa tahu kapan bisa makan lagi.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Secara Meriah, Willie Salim Ungkap Tahun Ini Akan Ada Banyak Gebrakan, Keliling Dunia Bareng Ustad Ebit Lew

“Gaza saat ini adalah satu-satunya tempat di dunia di mana 100 persen penduduknya berada dalam risiko kelaparan,” kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam konferensi persnya di Jenewa. Ia menambahkan bahwa situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan di zona konflik lain sekalipun.

Baca Juga: Sudah Bangun 5 Masjid, Atta Halilintar Tahun Ini Ingin Bangun Banyak Sarana Olahraga dan Renovasi Sekolah-Sekolah

Meski beberapa hari terakhir Israel melonggarkan pembatasan pengiriman bantuan, realisasinya masih jauh dari memadai. Dari 900 truk bantuan yang dijanjikan bisa masuk, baru sekitar 600 yang benar-benar sampai ke Gaza.

Sebagian besar lainnya tertahan di perbatasan karena pemeriksaan berlarut-larut. Bahkan yang berhasil masuk pun kerap langsung diserbu warga kelaparan sebelum distribusi resmi dilakukan.

Baca Juga: Elkan Baggott Absen dari Timnas, Erick Thohir: Jangan Zalim, Itu Pilihan Pribadi

“Saya tidak bisa menyalahkan mereka,” ucap Laerke.

“Itu bantuan yang memang sudah menjadi hak mereka. Tapi sistem distribusinya tak berjalan seperti yang dirancang.”

Baca Juga: Dewi Astutik Diduga Kendalikan 2 Ton Sabu dari Kamboja, Ini Fakta Identitas Aslinya

Halaman:

Tags

Terkini