INSIBERNEWS - Setelah menyelesaikan rangkaian awal ibadah di Madinah, kini gelombang pertama jamaah haji asal Indonesia mulai memenuhi kota suci Mekkah.
Total sudah ada lebih dari 185 ribu jamaah yang tiba di Tanah Suci, mencakup peserta haji reguler maupun haji khusus dari berbagai embarkasi di Indonesia.
Baca Juga: Kosmetik Murahan Bikin Resah, Polisi Bongkar Produksi Make-up Berbahan Tepung Tapioka di Bekasi
Seiring padatnya aktivitas ibadah di Mekkah, pemerintah Arab Saudi memperkuat pengaturan jamaah lewat sistem digital.
Salah satunya melalui Kartu Nusuk, yang kini menjadi identitas resmi sekaligus kunci akses bagi para jamaah selama menjalani seluruh rangkaian ibadah. Hingga Selasa (27/5), tercatat 176.437 jamaah Indonesia sudah menerima kartu digital ini.
Baca Juga: Kabar Duka, Aktor Senior Choi Jung-woo dari Drakor Populer 'Doctor Stranger' Meninggal Dunia
“Kartu Nusuk ini bukan sekadar kartu identitas, tapi juga menjadi alat utama untuk akses ke tempat-tempat penting seperti Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam.
Kartu tersebut memuat berbagai informasi penting, mulai dari nama, asal negara, nomor kloter, hingga data medis dasar. Dalam situasi darurat, kartu ini sangat membantu petugas dalam melakukan identifikasi atau memberikan bantuan cepat, terutama jika ada jamaah yang tersesat atau mengalami gangguan kesehatan.
Petugas haji dari Indonesia terus mengingatkan pentingnya membawa kartu ini ke mana pun selama beraktivitas. Tak hanya itu, ketua kloter juga diminta rutin memeriksa kelengkapan kartu para jamaahnya agar tak ada yang tertinggal atau hilang. Tanpa kartu ini, akses ke berbagai fasilitas haji bisa tertutup.
Dengan mayoritas jamaah sudah tiba di Mekkah dan distribusi kartu Nusuk hampir tuntas, perhatian kini mulai beralih ke persiapan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Semua pihak berharap seluruh proses ibadah tahun ini berjalan lancar, aman, dan memberi pengalaman spiritual terbaik bagi para tamu Allah dari Indonesia.